Gencarnya Serangan anti-Islam di Eropa Pasca Serangan Teroris. Mengapa ?

islampFokustoday.com-20 Juni 2018

Sekitar setahun setelah terjadi serangan teroris terhadap Muslim yang sedang menunaikan shalat di luar sebuah lembaga Islam di London, Dewan Muslim Inggris dalam statemennya menyatakan tidak ada langkah signifikan dalam penerapan undang-undang untuk menurunkan tingkat kejahatan akibat ujaran kebencian dan pemberantasan terorisme.

Setahun lalu, seorang teroris rasis bernama Darren Osbourne menabrakkan mobilnya ke arah jamaah yang sedang menunaikan shalat di sebuah lembaga Islam di wilayah utara London. Serangan tersebut menyebabkan seorang tewas dan melukai 12 orang lainnya.

Insiden berdarah ini terjadi di tengah gencarnya sentimen anti-Islam yang menyebar tidak hanya di Inggris, tapi juga di berbagai negara lain di Eropa. Maraknya ujaran kebencian terhadap Muslim dibarengi ancaman masif terhadap kehidupan jutaan orang yang tinggal di berbagai wilayah di belahan benua biru itu.

Serangan terhadap sekumpulan orang yang sedang beribadah hanya ujung gunung es dari rangkaian aksi Islamophobia yang tidak bisa dilepaskan dari kinerja media-media Barat sendiri, terutama meningkat setelah naiknya partai sayap kanan ekstrem di sejumlah negara Eropa. Mereka mengusung isu imigran dan Islamophobia sebagai masalah besar yang dihadapi negaranya. Padahal berbagai masalah dalam negeri seperti ekonomi dan sosial yang menimpa negara-negara Eropa tidak ada hubungan langsung dengan masalah imigran Muslim.

Profesor studi Islam Universitas Georgetown AS, John L Esposito mengungkapkan, “Ketiadaan kesadaran di kalangan masyarakat Barat mengenai realitas di dunia Islam tidak bisa dipisahkan dari sikap media Barat yang membesar-besarkan sebagian kecil ekstremis sebagai pemicu Islamophobia. Padahal sebagian besar korban terorisme adalah Muslim, tapi masalah ini tidak pernah disinggung sama sekali,”.

Gelombang Islamophobia di Eropa yang masih berlanjut hingga kini, terutama pasca peristiwa 11 September 2001, menjadi alat bagi AS dan negara-negara Eropa untuk mewujudkan kepentingannya, terutama di bidang politik, militer, keamanan.

Selama bertahun-tahun, media-media Barat dengan dukungan pemerintahannya berupaya menyulut sentimen pejoratif mengenai agama Islam dan mengaitkan hubungan antara Muslim dan terorisme demi meraih tujuannya.

Gerakan Islamophobia di Jerman

Ketua Komisi HAM Islam di Inggris, Massoud Shadjareh menyebut Islamophobia sebagai bagian dari realitas yang mengkhawatirkan di tengah masyarakat Inggris, Menurutnya, media dan politisi sebagai pemicu penyebaran Islamophobia di Inggris. Sebab merekalah yang memanfaatkan Islamophobia dan menyusun undang-undang anti-terorisme dengan mengaitkan Islam dan Muslim, sehingga Islamophobia dilegalkan dan menjadi budaya.

Meskipun di permukaan para pejabat Eropa berjanji akan melindungi Muslim, tapi hingga kini tidak ada langkah signifikan mereka dalam meredam kejahatan akibat meluasnya Islamophobia di negara-negara mereka sendiri. (ft/int/es)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s