Persatuan Imam Tunisia: Dana Haji Yang Diterima Arab Saudi Untuk Biayai Perang Yaman

tunisia.jpgFokustoday.com-Tunisia, 26 Juni 2018

Dilansir dari middleeastmonitor.com, Persatuan Imam Tunisia menyerukan kepada Grand Mufti Republik Tunisia untuk mencegah para peziarah untuk melakukan perjalanan ibadah Haji tahun ini karena biayanya yang mahal dan dengan adanya fakta bahwa dana Haji yang diterima Arab Saudi  digunakan untuk membiayai perangnya di negara-negara Muslim.

Media lokal melaporkan bahwa Sekretaris Jenderal Persatuan Imam Tunisia, Fadhel Ashour, mengatakan, “lebih baik menghabiskan uang ini untuk memperbaiki kondisi rakyat Tunisia. Arab Saudi menggunakan dana haji untuk agresi terhadap negara-negara Islam seperti Suriah dan Yaman, yang mana bertentangan dengan Syariah.”

Menteri Agama Tunisia, Ahmed Adhoum, sebelumnya telah mengumumkan bahwa pada tahun ini terdapat 236.000 orang yang mendaftar untuk menjadi jamaah haji. Dia kemudian menjelaskan, bahwa tahun ini jumlah peziarah Haji Tunisia yang akan diberangkatkan sebanyak 10.892. Sementara itu, pada tahun 2017 jumlahnya sebanyak 10.374.

Baca :Kisah Seorang Gadis Tertipu Bujuk Rayu ISIS: Mereka Membajak Islam

Agresi Arab Saudi ke Yaman

Dilansir dari bbc.com, lebih dari 8.600 orang terbunuh dan 49.000 orang terluka semenjak pecahnya perang di Yaman pada Maret tahun 2015., kebanyakan dari mereka terbunuh atau pun terluka karena serangan udara dari pasukan koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi.

Konflik dan blokade yang dilakukan oleh pasukan koalisi terhadap Yaman juga menyebabkan krisis pangan terbesar di dunia yang mengakibatkan sebanyak 20 juta warga Yaman terancam kematian. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengatakan, bahwa dengan hancurnya infrastruktur sipil, blokade makanan, obat-obatan, dan bahan bakar, Yaman telah jatuh ke dalam situasi bencana kemanusiaan.

Baca : Pemilik Abu Tours ternyata penyokong Aksi 212. Memakai Uang jamaah ?

Konflik di Yaman terjadi karena gagalnya proses transisi politik dari Presiden Ali Abdullah Saleh ke Abdrabbuh Mansour Hadi pada November 2011. Kedua kubu akhirnya melakukan peperangan yang melibatkan rakyat sipil. Karena terdesak, pada Maret 2015 Hadi melarikan diri ke luar negeri dengan menggunakan kapal laut ke Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi. Bersamaan dengan itu, Saudi memulai serangan besar-besaran dengan bom ke Yaman dalam rangka mendukung pemerintahan Hadi.(ft/int/es)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s