RI “Ancam Balik” AS Atas Warning Trump Dalam Hubungan Dagang

Fokustoday.com – Jakarta, 6 Juli 2018.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingkatkan Indonesia untuk berhati-hati terkait hubungan dagang antar kedua negara. AS saat ini tengah mengevaluasi produk asal Indonesia yang selama ini diberi perlakuan khusus.

Trump.jpg

Presiden AS Donald Trump

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi menyampaikan Trump sudah menyampaikan warning bagi Indonesia. Trump berencana mencabut perlakuan khusus terhadap Indonesia di bidang perdagangan.

“Trump sudah memberi kita warning. Kita bicara sama dia mengenai beberapa aturan mengenai special treatment tarif yang dia kasih ke kita mau dicabut, terutama tekstil,” katanya di acara halalbihalal Apindo di Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Baca Juga :

Negara G7 ramai-ramai Isolasi AS atas Kesepakatan Dagang yang sepihak

KTT G-7 : Eropa Tidak Boleh lagi Bergantung pada Washington

Turki Terlibat Adu Perang Dagang dengan AS. Ada apa dengan AS ?

Cina Pangkas Investasi AS Sebesar 92% di Tengah Meningkatnya Perang Dagang

Dominasi Dolar AS akan Segera Berakhir, Emas Menjadi Kekuatan Dunia

Menanggapi hal tersebut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan, jika Indonesia mendapat tekanan tersebut maka RI akan melakukan ‘serangan balik‘.

Enggar menjelaskan ‘serangan balik’ pernah dilakukan saat sawit RI diancam dilarang masuk Eropa, maka RI ‘mengancam balik’ akan melarang produk eropa masuk ke Indonesia.

“Kalau kita dapat tekanan per sektor, seperti halnya sawit, saya bilang saya akan lakukan retaliasi, yaitu saya juga bisa menghentikan (impor dari AS),” papar dia di Kementerian Perdagangan, Kamis (5/7/2018).

Kala itu, RI mengancam akan menghentikan impor ikan dan sejumlah produk lain dari Eropa bila pemerintah di kawasan tersebut masih melarang minyak sawit RI masuk.

“Saya bilang saya hentikan impor ikan anda, dia bilang itu dari parlemen, saya pun ditekan parlemen saya, kemudian menterinya datang katanya pemerintah menolak. Saya bilang bikin surat kalau itu nolak. Jadi GSP ini kita masih dalam pembicaraan untuk tidak masuk dalam watch list itu, dan nanti kita akan bahas,” papar dia.

Meski begitu Enggar mengaku saat ini pihaknya masih melakukan perundingan dengan pemerintah AS.

“Kami juga lakukan pendekatan dan lobi, dubes kita di Amerika juga menyampaikan pendekatan, dan saya sendiri melakukan komunikasi dengan Amerika untuk meyakinkan, sebab pada dasarnya kita tidak setuju dengan perang dagang, semua pihak akan dirugikan, kita lebih senang dengan kolaborasi,” jelas dia.

Sebagai informaaj GSP (The Generalized System of Preferences/Sistem Preferensi Umum) Indonesia sedang di-review, dan ada sekitar 124.

“Tetapi kalau kita dapat tekanan, maka hal itu bisa kita lakukan. Sama halnya dengan Amerika dan China, tapi itu akan berdampak di seluruh dunia,” kata dia.

Dari 124 produk asal Indonesia yang sedang di-review Trump diantaranya kayu plywood, cotton, dan lain sebagainya.

Indonesia dan AS pun sedang mengupayakan hubungan diplomasi membahas mengenai masalah tersebut. Pasalnya, jika GSP ini dihilangkan maka bea masuk ekspor produk Indonesia ke AS lebih mahal. (Detik/FT/akm)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s