TGB Meminta Hentikan Gunakan Agar Ayat-ayat Perang Untuk Kontestasi Politik

Fokustoday.com – Jakarta, 7 Juli 2018.

“Siapa pun yang mendengar ucapan saya ini, tokoh-tokoh, guru-guru, yang saya muliakan, berhentilah berkontestasi politik dengan mengutip ayat-ayat perang Alquran. Kita tidak sedang berperang. Kita ini satu bangsa, saling mengisi dalam kebaikan,” ujar TGB.

TGB Cermah.jpg

TGB saat Ceramah

 

Hal tersebut di sampaikan Gubernur NTB, yang juga merupakan Ketua Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Cabang Indonesia, TGH Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) saat memberikan ceramah di depan sejumlah orang dalam video yang diunggah ke akun Instagram-nya, Jumat (6/7/2018).

Gubernur NTB, yang juga merupakan Ketua Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Cabang Indonesia, TGH Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) meminta agar ayat-ayat perang dalam Alquran tak dipakai untuk kepentingan politik. TGB menegaskan Indonesia sedang tidak berperang.

Menurut TGB, persaudaraan adalah aset Indonesia yang tak terlihat. TGB menegaskan jangan sampai menyebut lawan politik sebagai ‘kafir Quraish’.

Baca Juga :

TGB Berikan Dukungannya Untuk Jokowi Dalam Pilpres 2019 Mendatang

TGB Dukung Jokowi 2 Periode, Gerindra Mengaku Kaget

Demokrat Angkat Bicara Terkait Dukungan TGB Terhadap Jokowi

“Apa aset kita yang tidak terlihat sebagai bangsa, aset yang tidak terlihat itu adalah persaudaraan dan persatuan kita sebagai bangsa,” tutur TGB.

TGB belum lama menyatakan mendukung Jokowi dua periode sebagai presiden. Dia mempertimbangkan mengenai kemaslahatan bangsa, umat, dan akal sehat.

“Keseluruhan dari tiga hal ini, menurut saya, pantas dan fair kalau kita beri kesempatan kepada Bapak Presiden Jokowi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang selama 4 tahun ini beliau mulai,” kata TGB saat berkunjung ke redaksi Transmedia, Rabu (4/7).

Atas dasar itu, TGB menilai pemerintahan Jokowi perlu dilanjutkan hingga periode kedua pada Pemilu 2019. Berdasarkan pengalamannya di NTB, gubernur yang sedang menjalani periode kedua kepemimpinannya ini juga menilai dua periode dibutuhkan.

“Dua periode secara common sense dan empirik yang saya alami, waktu yang lumayan fair bagi seorang pemimpin,” ucap TGB. (Detik/FT/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s