Situs Islam Wahabi Miskin Isu dan Peminat Karena Jualannya Selalu Sama

situs wahabiFokustoday.com- Jakarta, 15 Juli 2018

Banyaknya situs Islam yang dulu sempat menjadi titik penyulut opini politik dan keagamaan membuat masyarakat acap salah memberikan interpretasi (dan diinterpretasikan). NU sebagai ormas pun sering diseret-seret dalam wacana yang sebetulnya tidak ada kaitan langsung. Duta Islam ada karena situasi demikian.

Portal Piyungan misalnya, yang sekarang sudah pindah ke Portal Islam, sudah membosankan untuk dibaca karena ulasannya tentang fenomana politik kebencian an sich, dianggap cenderung homogen dan tidak mendidik.

Era Muslim, Nahi Munkar, Sang Pencerah, Kiblat serta Islam Pos yang dulu postingannya sempat viral dimana-mana, suka menghina nahdliyyin, amaliyah aswaja dan kebijakan struktural NU, terus mengalami kejenuhan tanpa akhir pekan. Mereka penat dengan isu-isu tekstual yang hanya untuk membenarkan saja, tanpa pencerahan massa berarti, apalagi berbasis kronologis-antropologis.

Baca : 2.500 Akun Radikal Diblokir Termasuk Al Fatihin, 9.500 Dalam Proses Diverifikasi

Kompetisi rank website, similar web, serta aktualitas isu dari situs-situs yang sering menyerang arus moderatisme Islam Nusantara dan amaliyah serta laku aswaja, juga kian menipis situs Islam radikal makin miskin paradigma baru atas kontennya.

Semangat untuk menjadi situs rujukan umat Islam Indonesia, membuat kalangan aktivis media Islam Alternatif harus terus menemukan produksi konten yang lebih kreatif dan variatif. Setidaknya perlu ditambah produksi dalam bentuk teks, video, grafis serta broadcast, dari yang selama ini dikenal sebagai counter attack, meski situs radikal Islam lain alhamdulillah mulai banyak bertumbangan.

Baca : 41 Masjid Terindikasi Radikalisme, PBNU Minta Pemerintah Mengawasi

Pada saatnya nanti, media counter attack atas situs wahabi harus  memiliki konten khusus dengan narasumber tetap dari kalangan pesantren dan akademisi. Jadi, upaya perkenalan secara terus menrus kepada masyarakat atas  isu-isu  miring soal  ke-Indonesia-an, kebangsaan, dan counter radikalisme, akan dibarengi dengan konten kreatif di rubrik-rubrik baru.

Situs Islam wahabi miskin isu ya karena hal itu tidak dikerjakan dengan variasi yang aktual. Hanya bid’ah dan kebencian saja yang dikunyah. Kalaupun kaya isu, irosnisnya, miskin ilmu. (Era Muslim, Nahi Munkar, Sang Pencerah, Kiblat serta Islam Pos yang dulu postingannya sempat viral dimana-mana, suka menghina nahdliyyin, amaliyah aswaja dan kebijakan struktural NU, terus mengalami kejenuhan tanpa akhir pekan. Mereka penat dengan isu-isu tekstual yang hanya untuk membenarkan saja, tanpa pencerahan massa berarti, apalagi berbasis kronologis-antropologis.

Baca : Fakultas “Kedokteran” dan ” Eksakta”, Sering Terpapar Paham Radikal. Ini Daftar Kampusnya

Kompetisi rank website, similar web, serta aktualitas isu dari situs-situs yang sering menyerang arus moderatisme Islam Nusantara dan amaliyah serta laku aswaja, juga kian menipis situs Islam radikal makin miskin paradigma baru atas kontennya.

Baca : [Valid] Survey Setara: Masjid-masjid di Depok dan Bogor sarang Radikalisme

Situs Islam wahabi miskin isu ya karena hal itu tidak dikerjakan dengan variasi yang aktual. Hanya bid’ah dan kebencian saja yang dikunyah. Kalaupun kaya isu, irosnisnya, miskin ilmu.(ft/nas/es)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s