Ambruknya Wibawa Arab Saudi di Mata Dunia Internasional

trump

Persekongkolan Arab Saudi-Amerika

Fokustoday.com- Riyadh, 17 Juli 2018

Mantan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Hamad bin Jassim dalam sebuah pesan di akun Twitter-nya menulis, “Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) sudah tidak ada lagi.”

Sistem politik di Dunia Arab sedang mengalami perubahan dan masa transisi. Selama periode ini perang telah menyebar ke negara-negara Arab, sementara perselisihan dan ketegangan di antara para pemimpin Arab juga semakin tajam.

Setelah serangan Irak terhadap Kuwait pada tahun 1990, Dunia Arab tidak pernah lagi menyaksikan agresi sebuah negara Arab terhadap saudara Arab-nya. Namun, peristiwa ini kembali terulang pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutunya menyerang Yaman.

Baca : Turki- Erdogan sedang Sakit Keras !

Menurut sebagian analis, pemenang agresi Saudi ini hanya rezim Zionis Israel. Karena, dengan memanfaatkan kejahatan yang terjadi terhadap warga sipil Yaman, Israel membuktikan bahwa mereka bukan satu-satunya rezim pembantai anak-anak, sebab rezim Al Saud juga melakukan kejahatan yang sama dan melanggar hak asasi manusia.

Dengan demikian, Israel dengan lebih leluasa dapat mengintensifkan kejahatan dan aksi brutalnya terhadap rakyat Palestina.

Pada dekade 1980-an, enam negara Arab atas dasar kesamaan identitas membentuk P-GCC demi menciptakan konvergensi Arab. Meski ada perselisihan dan ketegangan di antara negara anggota, namun friksi ini tidak menjadi konsumsi publik.

Baca : Saudi Ikut Campur Tangan Cegah Pembebasan Syeikh Zakzaky

Saat ini, para pemimpin Arab terutama di P-GCC sudah tidak mampu lagi menutupi perselisihan dan ketegangan mereka. Sejak Juni 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar. Hubungan ini belum pulih sampai sekarang dan lonceng kematian P-GCC juga mulai terdengar.

Situs televisi Al Jazeera dalam sebuah analisa menulis, “Ketegangan yang terus meningkat dan berlanjut sebagai hasil dari dominasi Arab Saudi, adalah sebuah sinyal dari kematian impian mulia P-GCC untuk keamanan dan kemakmuran bersama, yang belum pernah terjadi, tetapi tampaknya sudah dekat. Tanpa kompromi yang berarti dan perjanjian yang dapat dilaksanakan untuk mengakhiri blokade terhadap Qatar serta menyetujui mekanisme baru untuk keamanan dan kesejahteraan kolektif, maka P-GCC ditakdirkan untuk mati.”

Baca : Terbukti ! Pasukan Koalisi Saudi Gunakan Senjata Buatan Israel

Sekarang, Sheikh Hamad bin Jassim juga berbicara tentang kematian P-GCC dari sudut pandang yang berbeda. Dia menyinggung perang dagang di tingkat global dan persaingan di antara kekuatan dunia, tetapi P-GCC tidak diikutkan dalam permainan ini dan kepentingan negara-negara Arab juga tidak menjadi perhatian kekuatan dunia.

Kondisi ini muncul akibat kesibukan negara-negara Arab dalam menyerang Yaman dan perselisihan internal mereka di P-GCC, di mana kebijakan Arab Saudi berperan dominan di sini.

Pada dasarnya, kebijakan agresif dan petualangan Arab Saudi telah meruntuhkan wibawa Dunia Arab di mata dunia dan membuat lembaga-lembaga Arab mati suri, termasuk Dewan Kerjasama Teluk Persia. (ft/int/es)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s