Direktorat Siber Polri Tangani 95 Kasus Ujaran Kebencian di Medsos Per Januari- Juni 2018

tito

Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian (tengah) berbincang dengan Wakapolri Komjen M. Syafruddin saat mengikuti rapat kerja dengan komisi III DPR di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3). Rapat kerja tersebut membahas evaluasi kinerja Polri selama 2017 dan memaparkan tantangan yang akan dihadapi Polri pada 2018. Selain itu juga membahas pengamanan acara besar yakni Penanganan Polri dalam Menghadapi Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019, Asian Games 2018 serta Pertemuan tahunan World Bank dan International Monetary Fund (IMF) yang akan digelar pada Oktober 2018 di Bali

Fokustoday.com- Jakarta, 20 Juli 2018

 Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikannya laporan kerja kepada Komisi III DPR dalam rapat kerja (Raker) di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (19/7).

Salah satu yang disampaikan Tito adalah mengenai penanganan kasus ujaran kebencian, berita bohong atau hoaks dan penyebaran isu suku agama ras dan antar golongan (Sara).

“Kasus di bidang isu sara atau ujaran kebencian hate speec, berita bohong, hoaks, Polri telah melakukan antisipasi baik dengan cara soft melakukan counter menetralisir memberikan klarifikasi,” kata Tito saat Taker bersama Komisi III

Baca : 41 Masjid Terindikasi Radikalisme, PBNU Minta Pemerintah Mengawasi

Meski demikian, tidak sedikit konten-konten yang disebar berpotensi membahayakan berdampak pada instabilitas kemananan nasional dan konflik di tengah masyarakat. Polri tegas melakukan upaya hukum.

Selama periode Januari-Juni 2018 tim Siber Mabes Polri telah menangani kasus dugaan penghinaan pencemaran nama baik penyebaran isu sara di media sosial sebanyak 95 kasus.

15 di antaranya telah dilimpahkan ke Kejaksaan atau P21. “Untuk kasus yang mengandung isu sara, hate speech 18 kasus, 14 sudah P21, dan kasus hoaks berita bohong 27 kasus, 16 sudah P21,” jelas Tito.

Baca : Mahfud MD minta Polisi bongkar Aktor Politik dibelakang MCA.

Salah satu kasus yang paling menonjol terbongkarnya jaringan Muslim Cyber Army (MCA). Polri telah menetapkan 11 tersangka dan keseluruh tersangka tengah menjalani proses pengadilan.

Tito menambahkan salah satu kendala menangani ujaran kebencian di media sosial, banyak ditemukan akun media asing. Sehingga sulit dilakukan pemblokiran oleh pemerintah.

“Ada beberapa akun media asing yang tidak dapat diblokir oleh pemerintah serta belum diaturnya tindakan menyebarkan berita bohong yang berdampak sosial,” jelasnya. (ft/nas/es)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s