Modus Pembodohan Umat: Hannan Attaki Sebut Berat Badan Wanita Sholehah Tidak Lebih Dari 55 Kg

hanan

Hannan Attaki

Fokustoday.com- Jakarta, 20 Juli 2018

Belakangan ramai sosok ustad yang katanya gaul menyebut kreteria wanita sholihah adalah yang beratnya tak lebih dari 55 kilogram. Dialah Hanan Attaki.

Dalam sebuah video yang viral, Hanan mengaku telah meneliti teks-teks riwayat hadis yang menceritakan tentang Istri Rasulullah sayyidah Aisyah ra. “Saya teliti teks-teks tentang Aisyah, ternyata Aisyah itu anaknya cewe gaul, pinter, traveller banget, kurus, tinggi, berat maksimalnya antara 55 sampai 60 kilogram,” ujar Hanan dalam video itu.

Ia melanjutkan, “55 lah, makanya saya  selalu bilang dimana-mana, salah satu ciri perempuan sholehah, beratnya tidak boleh lebih dari 55 kilo, tau darimana ustad Aisyah beratnya 55 kilo?, baca lagi hadistnya, kata para sahabat yang membawa tandu Aisyah, Aisyah itu lebih ringan dari tandunya, dan tandu itu beratnya sekitar 55 kilo, jadi kalau kerumah, ibu-ibu pas nimbang, hah 56, itu kurang sholehah, olahraga lagi, treadmil, zumba, apalah pokonya.”

Baca : Tiga Lembaga Negara Teken MoU Cegah Penyebaran Paham Radikal dan Intoleransi

Berikut videonya:

Karena viralnya video tersebut, pernyataan Hanan itu dibantah oleh aktivis Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jatim, KH Ma’ruf Khozin.

Menurutnya, Kriteria istri sholihah bukan dilihat dari penampilan fisik, termasuk berat badan. “Sebaik baiknya istri adalah perempuan yang membahagiakan saat engkau melihatnya,” kata Kiai Ma’ruf, sebagaimana dilansir NU Online, Kamis (19/07/2017).

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Thabrani dari Abdullah bin Salam ia juga menyebutkan syarat lanjutan.

Baca : Azyumardi Azra: LDK dan KAMMI Biang Keladi Radikalisme Kampus

“Yakni yang mematuhi saat sang suami memerintahnya, serta menjaga diri dan harta suami saat tidak di dekatnya,” ungkapnya. “Bahkan bisa jadi istri yang memiliki berat badan lebih dari 55 kilogram itu pertanda bahwa sang suami berhasil membahagiakannya,” urai Kiai Ma’ruf.

“Di hadits yang lain disebutkan bahwa sebaik-baik istri adalah yang dapat memiliki banyak anak dan penyayang kepada keluarga,” imbuhnya mengemukakan bahwa hadits tersebut diriwayatkan Al-Baihaqi.

Dalam pandangannya, kalau Nabi Muhammad menganjurkan menikah dengan perempuan yang reproduksi bagus, otomatis akan memiliki berat badan lebih.

Baca : Agenda-Agenda Politik PKS yang Mengancam NKRI

“Dan Nabi tidak menjadikan langsing sebagai pertanda kesalihan seorang istri,” ungkapnya.

Terkait dengan kondisi fisik istri Nabi Muhammad, Siti Aisyah, Kiai Ma’ruf memberikan argumen.

“Beliau tidak punya putra dengan Rasulullah. Dan saat menikah, sampai Nabi Muhammad SAW wafat pun Sayyidah Aisyah masih muda,” pungkasnya. (ft/nas/es)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s