PA 212 Tegaskan Parpol Koalisi Wajib Mengikuti Keputusan Ijtimak Ulama

Fokustoday.com – Jakarta, 4 Agustus 2018.

Sebelumnya Ijtimak Ulama  digelar di Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, pada 27-29 Juli lalu. Sejumlah elite parpol yang datang ke acara tersebut di antaranya berasal dari Gerindra, PKS, PAN, dan PBB.

Ijtimak Ulama

Acara Ijtimak Ulama  digelar di Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat

Sebagaimana diketahui, dalam Ijtimak Ulama, Ketum Gerindra Prabowo Subianto direkomendasikan sebagai capres. Sedangkan untuk posisi cawapres, ada dua nama, yakni Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad.

Dalam perkembangannya tokoh-tokoh yang direkomendasi oleh Ijtimak Ulama menjadi pertimbangan parpol, akan tetapi parpol memiliki mekanisme sendiri dalam menentukan keputusan.

Baca Juga :

Akhirnya Ijtimak Ulama Usung Prabowo Sebagai Capres 2019

Bersediakah Capres – Cawapres Yang Diusung Ijtimak Ulamak Teken Kontrak ?

Sementara itu Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) menyurati parpol yang mengikuti Ijtimak Ulama beberapa waktu lalu. Isinya, PA 212 ingin parpol-parpol mematuhi keputusan yang dibuat dari Ijtimak Ulama.

Baca Juga :

Demokrat: Tanpa PKS dan PAN, Anggap Cukup untuk Koalisi dengan Gerindra

AHY Diusung Sebagai Kandidat Capres, PKS Pegang Teguh Rekomendasi Ijtimak Ulama

Hal ini diungkapkan Sekjen PAN Eddy Soeparno. Eddy mengaku PAN diminta mengikuti keputusan Ijtimak Ulama.

“Pagi tadi saya menerima surat dari PA 212, menegaskan koalisi yang disebutkan dalam surat tersebut wajib mengikuti Ijtimak Ulama,” ujar Eddy di Para Syndicate, Jl Wijaya 3, Jakarta Selatan, Jumat (3/8/2018).

Baca Juga :

Meski Ada Ijtimak Ulama PAN Tetap Usung Zulkifli Hasan Sebagai Cawapres

PAN Siapkan Tokoh Eksternal di Luar 4 Nama Kandidat Cawapres Prabowo

Eddy mengatakan PAN menghormati keputusan Ijtimak Ulama. Keputusan itu dipertimbangkan PAN. Hanya, kata Eddy, PAN memiliki proses sendiri untuk menentukan arah politik di Pilpres 2019.

“Saya sampaikan, kami dari awal menghormati putusan atau Ijtimak Ulama tersebut. Itu jadi bahan pertimbangan dan renungan paling dalam. Itu bentuk konsiderasi kami ketika membahas agenda pilpres di Rakernas 2018,” sebut Eddy.

“Ini pandangan kami terkait hasil Ijtimak Ulama. Kami parpol punya proses sendiri dalam menentukan arah politik,” tegas Eddy.

Sementara itu, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menilai surat yang dikirimkan PA 212 untuk wajib mematuhi hasil Ijtimak Ulama bersifat rekomendasi. Riza mengatakan partainya mempertimbangkan betul-betul rekomendasi Ijtimak Ulama.

Baca Juga (Hasil Rekomendasi Ijtima Ulama Hanya Saran, Ujar Prabowo)

“Nanti kita kembalikan kepada ulama kalau memang nama-nama yang menguat di luar nama dua itu tentu kita akan kembalikan ke ulama,” kata Riza setelah mengikuti diskusi Para Syndicate, Jl Wijaya 3, Jakarta Selatan, Jumat (3/8/2018).

Riza pun membantah jika dikatakan rekomendasi tersebut tidak wajib dilakukan Gerindra. “Bukan nggak wajib, semua kita perhatikan, Ijtimak Ulama kita perhatikan dengan sangat menjadi pertimbangan yang penting,” tuturnya. (Detik/FT/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s