Ramai-ramai, Alumni Presidium 212 Tolak Capres-Cawapres Versi GNPF

212

Presidium Alumni 212

Fokustoday.com- Jakarta, 4 Agustus 2018

Ketua Umum Alumni Presidium 212, Aminuddin, mengkritik hasil Ijtima Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) yang merekomendasikan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. “Seharusnya Ijtima Ulama GNPF tidak menekan partai politik untuk menjalankan rekomendasi,” kata Aminuddin, Jumat, 3 Agustus 2018. “Sebab hasilnya hanya rekomendasi.”

Baca: Prabowo: Ijtimak Ulama Sebagai Rujukan, Tapi Keputusan Ada di Parpol

Menurut Aminuddin, rekomendasi GNPF belum bisa disebut mewakili kalangan ulama. Sebab, kata dia, ulama dari kalangan Nadlatul Ulama (NU) atau Muhammadiah bahkan organisasi Islam lain juga memiliki nama capres dan cawapres sendri-sendiri.

Baca : Prabowo: Ijtimak Ulama Sebagai Rujukan, Tapi Keputusan Ada di Parpol

Sebelumnya, GNPF menggelar Ijtima Ulama pada 29 Juli lalu. Dalam pertemuan tersebut, GNPF merekomendasikan dua pasang nama capres dan cawapres untuk Pilpres 2019. Mereka adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri. Kemudian, Prabowo Subianto dengan Ustad Abdul Somad.

Ustad Abdul Somad secara secara tidak langsung menyatakan tidak ingin menjadi cawapres. Alih-alih, Abdul Somad mengunggah poster bergambar Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri dengan tulisan “Duet Maut Tentara-Ulama”. Somad pun menyebut Prabowo-Salim Segaf adalah pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan ulama, Jawa non-Jawa, serta kombinasi nasionalis-religius.

Simak juga:  Kapitra Ampera: ” Ijtima’ Ulama itu Settingan Parpol”. Parpol Oportunis ?

Sementara itu, Salim Segaf mengatakan PKS akan mengikuti hasil Ijtima Ulama GNPF ini. “Awalnya kan PKS mengajukan sembilan nama. Tapi kemudian muncul dua rekomendasi ulama, tentu kami terima,” kata Salim Segaf. “Rekomendasi ulama ini pasti melalui kajian, jadi kami harus apresiasi.” (ft/nas/es)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s