Alumni Presidium 212: Ijtimak Ulama GNPF Belum Mewakili Seluruh Kalangan Ulama

Fokustoday.com – Jakarta, 5 Agustus 2018.

 

Sebelumnya rekomendasi Ijtima Ulama GNPF menghasilkan dua paket duet capres dan cawapres. Pertama, duet Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berpasangan dengan Ketua Umum Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Salim Segaf Al Jufri. Kedua, duet Prabowo Subianto dengan ustad Abdul Somad.

Alumni Presidium 212

Alumni Presidium 212

Terkait hasil rekomendasi tersebut Alumni Presidium 212 tidak puas tentang rekomendasi calon presiden dan wakil presiden untuk pilpres 2019.

Ketua Umum Alumni Presidium 212 Aminuddin mengaku mengikuti perjalanan Ijtima Ulama dari awal sejak ada Rapat Koordinasi Nasional Persaudaraan Alumni 212 pada Mei lalu. Saat itu, kata dia, ada sejumlah nama yang direkomendasikan untuk pilpres 2019.

“Kami tidak puas, pilihan kami tidak terwakili oleh nama-nama yang diputuskan oleh Ijtima Ulama,” kata Aminuddin saat ditemui di sekretariatnya, Jakarta Selatan, pada Jumat, 3 Agustus 2018.

Baca Juga :

Ramai-ramai, Alumni Presidium 212 Tolak Capres-Cawapres Versi GNPF

Dari Koalisi Keumatan Yang Tak Setuju Prabowo-UAS Berarti Munafik!

Kapitra: Ini Seolah-olah ‘Aksi Bela Islam’ Padahal Dukung Ketua Parpol Jadi Presiden

PA 212 Tegaskan Parpol Koalisi Wajib Mengikuti Keputusan Ijtimak Ulama

Namun, dalam hasil Ijtima Ulama GNPF, kata Amin, nama-nama yang diputuskan tidak memuaskan. Meski begitu, Alumni Presidium 212 tetap legowo karena keputusan tersebut hanya bersifat rekomendasi.

Justru, kata Amin, pihaknya tidak setuju jika ada paksaan untuk partai politik agar menjalankan rekomendasi tersebut. “Hasil Ijtima Ulama jangan ada penekanan untuk dijalankan, karena hasil nama cawapres tersebut hanya bersifat rekomendasi,” ujarnya.

Menurut Amin, Ijtima Ulama GNPF pun belum mewakili seluruh kalangan ulama. Ia menyebut ulama dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan lain-lain juga memiliki hak merekomendasikan calon presiden beserta wakilnya.

Alumni Presidium 212 pun mendorong partai politik pengusung capres cermat menentukan pasangannya. Menurut Aminuddin, capres yang memiliki kapasitas atau mewakili keumatan saja tidak cukup untuk maju sebagai pemimpin negara. (Tempo/FT/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s