Pilpres 2019 Harus Jadi Ajang Jihad Memberangus Ideologi HTI

hti

Semprnakan Kematian HTI

Fokustoday.com- Jakarta, 12 Agustus 2018

Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 bukan sekedar berbicara tentang dua pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang saat ini sudah diketahui, yaitu Paslon Joko Widodo – KH M’aruf Amin dan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Kita semua yakin bahwa kedua pasangan Bacapres dan Bacawapres ini adalah putra terbaik bangsa. Namun, sebagai anak bangsa dan sebagai pewaris NKRI kita harus jeli, kita harus membuka mata dan membuka telinga lebar – lebar.

Mereka tentu “bertarung” dalam arena Pilpres ini tidaklah berdiri sendiri, melainkan banyak pihak yang bekerja dibelakangnya. Lalu, apakah para “pekerja” itu gratis dan tidak meminta imbalan? Apakah kita sebagai anak bangsa rela jika konstelasi Pilpres 2019 dimenangkan oleh Calon yang di belakangnya berdiri ormas – ormas yang selama ini gigih memperjuangkan khilafah?

Baca : Refleksi 17 Agustus: NKRI (ternyata) Sudah Bersyari’ah

Zombie – Zombie Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang baru saja diberagus secara organisasi sangat jelas berdiri dibelakang salah satu calon. Padahal mereka dengan gamblang mengatakan bahwa demokrasi adalah taghut. Jadi, mereka ikut pilpres hanya untuk mencari tumbal untuk kebangkitannya dari kematian.

Dapat dipastikan jika calon yang mereka usung memenangkan pilpres, mereka akan menuntut untuk dilakukan upacara “puja saji” untuk membangkitkan lagi roh – roh HTI yang sudah mati penasaran karena “dibantai” oleh pemerintahan Jokowi. Jika hal ini sampai terjadi dan HTI kembali bangkit, maka kita, apalagi yang ikut memilih calon yang didukung HTI akan terkena “kutukan” dari arwah para pahlawan, para kiai dan para wali yang telah gugur berjuang memerdekakan republik ini. Mereka akan marah kepada kita yang ikut andil dalam membangkitkan HTI.

Baca : Mendeteksi Penyelewengan Pemahaman Kaum Radikalis Islam

Terlebih wabil khusus keluarga NU. Jika sampai menjatuhkan pilihan kepada calon yang didukung HTI maka sama saja telah merobek-robek panji kebesaran NU di hadapan ulama para pendiri NU.

Untuk itu, marilah Pilpres 2019 ini kita niatkan jihad untuk menyempurnakan “kematian” HTI agar arwahnya tenang di alam sana. Juga agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini bisa terus berdiri tegak.

Nasib NKRI ada di tangan kita semua, masyarakat Indoensia. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak dimulai dari sekarang kapan lagi. Masih mau menunggu negara ini hancur dan kita telah babak belur? (ft/nas/es)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s