Kadinkes Gresik Mengaku Sakit, Saat Jadi Tersangka Korupsi Uang Rp 2,45 Miliar

Fokustoday.com – Gresik, 29 Agustus 2018.

Sebelumnya anggaran 2016 dana Kapitasi yang dikucurkan oleh BPJS Kesehatan Cabang Gresik sebanyak Rp 45 Miliar dan pada 2017 sebanyak Rp 47 Miliar.

RSUD Ibnu Sina Gresik.jpg

Tim penyidik Pidsus Kejari Gresik mendatangi RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik memastikan kondisi Kadinkes dr Nurul Dholam yang mengatakan sakit, Selasa (28/8/2018)

Dana sebesar itu dikirim ke rekening Puskesmas – puskesmas. Kemudian dana sebesar itu diperuntukan kegiatan pelayanan sebesar 60 persen dan 40 persen untuk operasional.

Namun dana yang 60 persen dipotong oleh oknum Dinkes kemudian disetorkan ke rekening pribadi Kadinkes.

Terkait hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Nurul Dholam dijadikan tersangka dugaan korupsi dana kapitasi atau dana jasa pelayanan kesehatan Puskesmas.

Kajari Gresik Pandoe Pramoekartika menjelaskan hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, penyidik Pidana Khusus telah menetapkan tersangka terhadap Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Nurul Dholam atas dugaan korupsi dana kapitasi pada anggaran 2016-2017.

“Kemudian yang 60 persen dari masing-masing Puskesmas ini dipotong oleh oknum Dinkes kemudian disetorkan ke rekening pribadi Kadinkes. Pemotongan itu seolah-olah tidak ada pemotongan, sebab diambilkan dari dana jaspel,” jelas  Pandoe, Selasa (28/8/2018).

Dari penetapan tersangka itu, pihak Kejari Gresik telah menghitung kerugian negara sebesar Rp 2,451 miliar.

Namun ketika akan dipanggil sebagai saksi, Kadinkes Gresik dr Nurul Dholam, tiba-tiba mengaku sakit jantung, sehingga tim penyidik Pidsus Kejari Gresik mendatangi RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik untuk memastikan kondisi kesehatan dr Nurul Dholam.

“Setelah dilakukan pengecekan di RS Ibnu Sina ternyata tidak sakit,” ujar Pandoe.

Setelah ditetapkan tersangka, dr Nurul Dholam akan dipanggil kembali untuk dimintai keterangan.

“Kalau kemarin masih dipanggil sebagai saksi, besok kita layangkan surat pemanggilan sebagai tersangka,” katanya.

Namun, Kadinkes dr Nurul Dholam, ketika di RSUD Ibnu Sina enggan memberikan keterangan meski sejumlah wartawan telah menunggunya di rumah sakit.

Awalnya Tim penyidik Pidana Khusus Kejari Gresik menggeledah kantor Dinkes dan rumah pribadi dr Nurul Dholam di Jl Raya Sukomulyo Kecamatan Manyar pada Senin (6/8/2018).

Dari penggeledahan itu ditemukan barang bukti berupa buku tabungan dan hardisk komputer. (Tribun/FT/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s