Gerindra: Nggak Perlu Cari Data Dari Mana Soal Utang

Fokustoday.com – Jakarta, 5 September 2018.

Sebelumnya capres Prabowo Subianto melemparkan kritik tajam ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal utang negara yang naik Rp 1 triliun setiap hari. Tanpa menyebutkan sumber rujukannya soal utang itu, Prabowo mengingatkan bahwa utang mengancam kedaulatan negara.

Habiburokhman.jpg

Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Gerindra Habiburokhman

Wapres Jusuf Kalla (JK) pun angkat bicara soal manuver Prabowo ini. JK mengatakan kenaikan utang Indonesia tak dihitung per hari. JK juga memastikan utang Indonesia itu tetap bisa dibayar.

“Jadi bukan soal (naik) Rp 1 triliun (per hari), mampu kita bayar tidak? Sama dengan perusahaan. Karena itu, sekarang ini kita mampu membayarnya,” ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (4/9).

“Kita tidak hitung per hari, kita hitung tahunan. Begitu, kan. Ada tambahan Rp 200 triliun, ada mungkin Rp 300 (triliun). Selama kita bisa bayar, bukan urusan (jumlah) ‘T’-nya, bisa bayar tidak? Kita bisa bayar,” katanya.

Baca Juga :

Sri Mulyani Jawab Zulkifli, Jika Ingin Bicarakan Utang, Harus Gunakan Bahasa Data Yang Sama

Prabowo Nilai Hutang RI sangat Membahayakan. Apa Benar Demikian ? [Simak]

Sri Mulyani: Rasio Hutang Pemerintah Terhadap PDB Termasuk Terendah di Dunia

Sri Mulyani: The First Time In The History Of Indonesia, Tingkat Kemiskinan di bawah level 10 %

“Utang negara ini terus bertambah secara signifikan, Anda tak perlu tanyakan datanya dari mana, sebetulnya kita kan sudah tahu sendiri kalau tadinya 1 dolar Rp 14 ribu sekarang hampir Rp 15 ribu, tentu aja sudah bertambah, logika sederhana aja,” kata Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Gerindra Habiburokhman di Jalan Daksa No 10, Jakarta Selatan, Selasa (4/9/2018).

Menurut Habiburokhman, Prabowo menyebutkan data sesuai dengan situasi ekonomi saat ini. Dia juga menyoroti angka kemiskinan yang belum turun secara signifikan.

“Kita nggak perlu rumit cari data, bahkan data yang quote and quote disebut kosmetik, data BPS itu aja bisa kita lihat, misal data pengangguran sekian persen yang turun itu kan menunjukkan ekonomi kita bermasalah. Kemudian angka kemiskinan yang berkurangnya tak signifikan dibanding periode sebelumnya,” jelas Habiburokhman.

“Itu kan sangat jelas, jadi nggak perlu cari data dari mana, data yang ada aja di BPS aja. Jadi jangan sok-sok tanyain data dari mana, ini data semua orang sudah tahu rupiah sekarang berapa, pertumbuhan berapa, data dari pemerintah sendiri,” lanjutnya.

Gerindra dalam hal ini mengingatkan pemerintah segera mencari solusi. Menurut Habiburokhman, tak perlu ada saling menyalahkan dalam situasi ekonomi sekarang.

“Sekarang jangan saling menyalahkan, cari solusi ini, tanggung jawab pemerintah ini, negara sudah dalam keadaan demikian susah. Kami Gerindra nggak suka dolar naik, tapi pemerintah harus tunjukkan komitmen dan tanggung jawabnya jangan salahkan masa lalu, luar negeri, apalagi jangan salahkan lawan politik,” jelasnya. (Detik/FT/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s