Rusia : Amerika Bermain Api dan Konyol Memberi Sanksi Ke China

jet

Jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia yang dibeli China

Fokustoday.com- Moskow, 22 September 2018

Amerika Serikat ( AS) telah “bermain api” karena menjatuhkan sanksi kepada China akibat membeli senjata dari Rusia.

Pernyataan itu diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov sebagaimana diwartakan kantor berita AFP Jumat (21/9/2018).

Dalam keterangan tertulis, Ryabkov berujar stabilitas global yang selama ini sudah terjalin telah dirusak AS karena meningkatkan ketegangan dengan Rusia.

“Bermain api itu konyol. Sangatlah berbahaya. Kami mengimbau operator sanksi AS setidaknya belajar sejarah kami agar tidak berada di isu itu-itu saja,” tutur dia.

Baca : Kanselir Jerman Bantu Putin Brantas Kelompok Teroris di Idlib

Peringatan juga datang dari Beijing melalui juru bicara Kementerian Luar Negerinya, Geng Shuang, yang menyatakan mereka telah mengirim nota protes ke AS.

Dalam konferensi pers, Geng menjelaskan sanksi yang dijatuhkan Negeri “Paman Sam” telah mencederai relasi dua negara di sektor militer.

“Karena itu, kami menyarankan agar pemerintah AS mencabut apa yang mereka sebut sebagai ‘sanksi’. Jika tidak mereka bakal menanggung konsekuensinya,” tegas Geng. Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri menjatuhkan sanksi kepada Negeri “Panda” setelah membeli 10 unit jet tempur Sukhoi Su-35 dan sistem rudal S-400

Baca : Turki Dekati Iran dan Rusia Untuk Lawan Amerika Cs.

Sanksi dijatuhkan kepada Departemen Pengembangan Peralatan China (EDD) dan ketuanya, Li Shangfu, karena menyelesaikan pembelian dengan eksporter Rusia, Rosoboronexport.

Dalam keterangan resmi, Kemenlu AS menyatakan China menjadi negara Dunia Ketiga pertama yang disanksi di bawah Aturan Menangkal Musuh AS lewat Sanksi (CAATSA) yang disahkan di 2017.

AFP melaporkan melalui sanksi tersebut, pemerintahan Donald Trump nampaknya siap mengorbankan relasi dengan negara lain dalam usaha mereka melawan Rusia. Li dan EDD dimasukkan Daftar Hitam Individu, yang berarti aset mereka di AS bakal dibekukan, dan warga Amerika dilarang berbisnis dengan mereka.

Baca : China Ladeni Embargo Perang Dagang dari AS

Lisensi ekspor EDD ditangguhkan, dan mereka dikeluarkan dari sistem finansial AS. Washington juga memberi sanksi 33 perwira militer dan intelijen Rusia yang terlibat.

Anggota parlemen Rusia, Franz Klintsevich, berujar, sanksi yang dijatuhkan pemerintahan Presiden Donald Trump tidak akan menghalangi penjualan jet Sukhoi dan S-400.

Lembaga think tank Chatham House melaporkan, Asia merupakan pasar terbesar persenjataan Rusia. Sejak 2000, sebanyak 70 persen penjualan Kremlin dilakukan di sana. “India, China, dan Vietnam merupakan negara dengan permintaan terbanyak akan senjata Rusia di kawasan tersebut,” tulis Chatham House.

AS mengesahkan Peraturan Menangkal Musuh Amerika lewat Sanksi (CAATSA) pada 2017 dengan target Rusia, Iran, dan Korea Utara (Korut). Kamis (20/9/2018). (ft/int/es)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s