KH Said Aqil Tegaskan Warga NU Akan Menangkan Kadernya Sendiri dan Khofifah Kerahkan Dua Jaringan Raksasa

sasFokustoday.com- Jakarta, 25 September 2018

Sabtu (22/09) Ketua Umun Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj akhirnya memberi keputusan akhir yang tegas kepada capres-cawapres mana dukungan organisasi Islam terbesar itu akan diberikan.

Diberitakan Detik.com (22/09), KH Said Aqil menyatakan warga NU akan memenangkan kadernya sendiri sebagai cawapres. Tentu saja cawapres yang dimaksudkan adalah KH Ma’ruf Amin, Rais A’am PBNU yang di saat bersamaan meninggalkan jabatannya di NU sebab telah resmi menjadi calon wakil presiden yang mendampingi Capres Joko Widodo dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Baca : Fahri Kritik Keras Gelar Ulama Pada Sandiaga. Muncul Setelah Kiai Ma’ruf Cawapres ?

Meski demikian, menurut KH Said Aqil, Nahdatul Ulama tidak akan menjadi alat politik praktis. Mungkin yang dimaksudkan KH Said Aqil, meski solid bekerja memenangkan KH Ma’ruf Amin, NU tidak akan menjadi bagian dari partai politik tertentu.

Sikap KH Said Aqil ini mengakhiri dugaan simpang siur dan spekulasi sejumlah pihak tentang politik dua kaki NU. Dugaan itu muncul karena salah kaprah terhadap ramah tamah dan sikap adil KH Said Aqil yang tidak menolak ketika capres Prabowo Subianto datang menjumpainya.

Massa NU [NU.or.id]

 

Baca : Jokowi – Ma’ruf Anti Kampanye Negatif, Bakal Beri Sanksi Jubir yang Kampanye Negatif

Selain menyambut Prabowo dengan ramah dan terlibat diskusi tentang persoalan bangsa, KH Said Aqil juga memberikan Prabowo kartu tanda anggota Nahdaul Ulama.

Di tempat terpisah, Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawangsa menyatakan akan mengerahkan dua jaringan raksasa yaitu Jaringan Santri Nasional dan Muslimat NU untuk memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin.

Khofifah Indar Parawangsa [Detik.com]

 

Baca : PBNU : Pilpres Adu Gagasan dan Program Bukan Dengan Politisasi Agama

Menurut Khofifah inilah alasan mengapa ia tidak ingin bergabung dalam Tim Pemenangan Nasional. Bagi Kofifah, perannya akan lebih optimal jika berada di luar Tim Kampanye Nasional dan fokus menggerakkan Jaringan Santri Nasional dan Muslimat NU.

Dengan sikap tegas KH Said Aqil sebagai Ketua Umum NU dan Khofifah Indar Parawangsa sebagai Ketua Muslimat NU, hilang sudah keraguan akan terjadi kebocoran suara ke pasangan di luar Jokowi-Ma’ruf Amin. NU dipastikan solid, setidaknya 90 persen berada di belakang Jokowi-Ma’ruf Amin. Itu berarti kita sudah tahu siapa pemenang Pilpres 2019. (ft/nas/es)

Sumber:

  1. Detik.com (22/09/2018) “Said Aqil: NU Terpanggil Menangkan Ma’ruf, Tapi Tak Berpolitik.” detik.com/berita/d-4224438/said-aqil-nu-terpanggil-menangkan-maruf-tapi-tak-berpolitik
  2. Detik.com (22/09/2018) “Khofifah Janji Suara Muslimat NU ke Jokowi-Ma’ruf.” news.detik.com/berita/4224251/khofifah-janji-suara-muslimat-nu-ke-jokowi-maruf
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s