“Jangan Tipu Publik”, Terkait Program OK OCE Nasional

Fokustoday.com – Jakarta, 26 September 2018.

Sebelumnya, Sandiaga mengatakan OK OCE lahir sebagai semangat baru untuk masyarakat meningkatkan ekonominya. Dia menyebut saat ini masyarakat yang mendaftar OK OCE sudah semakin banyak.

OK OCE

OK OCE Mart

“(Masyarakat yang daftar menjadi peserta) sekarang sudah tembus angka 51 ribu, belum 1 tahun. Berarti ini diminati masyarakat dan justru tantangan dan peluang buat Pemprov yang sekarang menjalankan OK OCE adalah bagaimana yang mendaftar itu diberi pelatihan, pendampingan, diberi kemudahan perizinan,” kata Sandiaga, Jumat (14/9).

Terkait hal tersebut, jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mempertanyakan program yang digaungkan Sandiaga Uno, OK OCE nasional. Kubu Jokowi menyinggung program OK OCE yang dinilai tak sukses di Jakarta.

Baca Juga (Tak Mampu Sewa Lahan, OK OCE Mart di Kalibata Tutup)

“Sekarang begini, OK OCE saja di Jakarta nggak selesai-selesai, kemudian pengusahanya pada teriak-teriak, bangkrut, sekarang mau dinasionalkan,” kata jubir TKN Irma Suryani Chaniago kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/9/2018).

“Kemudian katanya hadiah, daftar OK OCE duluan akan dapat hadiah umrah yang dari kantong pribadi. Ternyata bukan dari kantong pribadi, tapi APBD. Nah, ini nggak konsisten. Janganlah, jangan melakukan penipuan-penipuan publik,” sambungnya.

Irma menyebut seharusnya program OK OCE disampaikan secara jujur. Dia juga menyinggung OK OCE dari segi buruh.

“Waktu Pilkada DKI Jakarta Sandi teken kontrak, istilah bikin pakta integritas dengan buruh terkait dengan UMR, toh dikhianati juga. Yang namanya sahabat saya, Ketua SPSI LEM, Pak Idrus, itu bilang kami kapok. Makanya di periode ini dia nggak mau lagi dukung-mendukung seperti itu,” ungkap Irma.

Sebagai salah satu ketua serikat buruh di Tanjung Priok, Irma menyebut, buruh tidak boleh dipolitisasi. Buruh seharusnya dibuat makin sejahtera

“Saya tahu kok mana saja mendukung dan tidak mendukung. Jadi itu klaim-klaim saja. Misalnya ada oknum serikat pekerja yang menolak outsourcing tapi mereka sendiri bermain di outsourcing,” kata Irma. (Detik/FT/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s