Ketua PPI Yaman: Jangan Kaitkan Masalah Pelajar Dengan Kasus Pencekalan Habib Rizieq di Saudi

Fokustoday.com – Jakarta, 10 Oktober 2018.

Sebelumnya juru bicara FPI, Slamet Ma’arif mengatakan Putri imam besar FPI Habib Rizieq Syihab dan 200 mahasiswa Indonesia dikabarkan tengah dihadang di Oman saat hendak menyeberang ke Yaman.

yemen-oman-perbataan.jpg

Perbatasan antara Yaman – Oman

 

“Putri Habib Rizieq dihadang di Oman,” kata juru bicara FPI, Slamet Ma’arif, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (8/10/2018).

Menurut Slamet, putri Rizieq dihadang atas peran pemerintah Indonesia.

Bukan hanya putri Rizieq, 200 mahasiswa dan santri juga tertahan di Oman karena tak bisa menyeberang ke Yaman. Tujuan mereka adalah Provinsi Hadramaut. Slamet membandingkan Indonesia dengan negara lain yang menurutnya memberi izin kepada warganya di Oman untuk menyeberang ke Yaman.

“Thailand saja yang negara Buddha memberi rekomendasi warga muslimnya belajar di Yaman. Kok Indonesia yang mayoritas muslim melarang?” kata Slamet.

Terkait pernyataan juru bicara FPI tersebut, Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman menolak pengaitan masalah pelajar ini dengan kasus Rizieq.

Baca Juga (Putri Habib Rizieq Tidak Bisa Ke Yaman Murni Karena Larangan Negara Oman)

“Jangan mengaitkan masalah ini dengan kasus pencekalan Habib Rizieq di Saudi. Sangat tidak relevan,” kata Ketua PPI Yaman, Izzuddin Mufian Munawwar, kepada detikcom, Selasa (9/10/2018).

Dia menyebut ada 160 mahasiswa yang tertahan di Oman dan tidak bisa menyeberang kembali ke Yaman. Soal adanya putri Rizieq di antara 160 orang itu, Izzuddin baru tahu informasi tersebut dari pemberitaan media massa sejak Senin (8/10) kemarin.

“Saya tahunya dari media kemarin,” kata dia.

Ratusan orang itu masih bertahan di Salalah, Oman. Mereka sudah bertahan selama tiga pekan. PPI Yaman kini sedang menantikan solusi dari KBRI Yaman supaya bisa dibantu menyeberang ke Yaman kembali. Baginya, memperjuangkan pelayanan yang baik dari KBRI bukanlah urusan satu orang, misalnya karena di antara mereka ada putri seorang Rizieq Syihab.

“Kami tidak memperjuangkan hal ini karena satu individu, tapi untuk pelajar Yaman secara keseluruhan,” kata Izzuddin.

“Saya minta tolong jangan ditarik-tarik ke ranah politik, karena ini murni kasus WNI yang telantar karena tidak ada respons pemerintah, khususnya KBRI,” tandasnya.

Sementara menjawab Slamet, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan bukan pihaknya dan KBRI Oman yang melarang 200 WNI, termasuk putri Rizieq, ke Yaman, melainkan negara Oman sendiri yang melarang orang asing menyeberang ke Yaman.

“Semua WNA dilarang. Yang melarang mereka menyeberang perbatasan adalah pemerintah Oman karena sejak Mei 2018 mereka sudah memutuskan tidak mengizinkan warga asing mana pun keluar/masuk perbatasan Oman dari dan ke Yaman,” kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu Lalu Muhammad Iqbal. (Detik/FT/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s