Wamenlu Indonesia:Agama Merupakan Sumber Perdamaian Bukan Sebaliknya

jutFokustoday.com – Moskow, 11 Oktober 2018. Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, A.M Fachir menuturkan, agama bukanlah sumber dari aksi kekerasan dan ekstrimisme. Justru menurut Fachir, hal itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama yang ada.

Berbicara di The 6th Congress of Leaders of the World and Traditional Religions, di Istana Perdamaian, Astana, Fachir menuturkan bahwa sudah semestinya agama menjadi sumber inspirasi bagi pemimpin dunia untuk menciptakan hubungan antar manusia yang berlandaskan harmoni dan toleransi.
“Aksi-aksi kekerasan dan ekstrimisme pada hakikatnya bukan bersumber dari ajaran mulia agama. Bahkan tindakan tersebut bertentangan dengan misi utama agama.” kata Fachir.

“Pemimpin dunia memiliki tanggung jawab yang krusial untuk mengembalikan peran agama sebagai panduan mewujudkan perdamaian di dunia,” sambungnya, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima Sindonews pada Kamis (11/10).

Fachir mengambil contoh Indonesia, yang menurutnya meskipun bukan negara yang berlandaskan agama, Indonesia berhasil mengejawantahkan nilai-nilai adiluhur yang dikandung dalam ajaran agama.

“Dengan berbagai agama yang ada, kekayaan bahasa, serta keragaman suku bangsa, masyarakat Indonesia saling menghormati perbedaan dan hidup dalam situasi yang damai,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fachir memberikan tips yang telah dilakukan Indonesia kepada para peserta kongres. Dia menuturkan, Pemerintah Indonesia secara aktif melibatkan berbagai pihak terkait, di dalam dan luar negeri, untuk menyebarkan pesan perdamaian. Sejauh ini, lanjut Fachir, pemerintah Indonesia terus mendorong dan memfasilitasi kelompok civil society berbasis agama untuk mengadakan dialog lintas agama.

Kongres ini merupakan inisiatif Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev dan berlangsung pertama kali pada tahun 2003. Dalam pertemuan keenam kali ini, beberapa pemimpin negara dan pemuka agama hadir dalam kegiatan tiga tahunan tersebut, seperti Presiden Serbia, Aleksandar Vucic dan Grand Sheikh Azhar, Sheikh Ahmad Thayeb.(Ft/dk)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s