Mendapat Tantangan Debat Di Kampus, Kubu Jokowi-Ma’ruf Siap Ladeni

Fokustoday.com – Jakarta, 22 Oktober 2018.

Sebelumnya Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandi (BPN Prabowo – Sandi) Dahnil Anzar Simanjuntak mengusulkan debat antarkandidat di kampus. Menurutnya, debat di kampus lebih murah dari segi biaya dan meminimalkan kemungkinan ingar bingar pendukung masing-masing kubu.

Pasangan Capres

Pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi

“Kami mengusulkan debat digelar di kampus terpilih, diikuti oleh akademisi dan mahasiswa terpilih yang bebas berdialog dan menguliti semua visi-misi kandidat, dan disiarkan langsung di televisi-televisi nasional. Tidak perlu menghadirkan para pendukung jadi lebih ekonomis dan efisien,” ujarnya, Sabtu (20/10).

Terkait tantangan debat capres, Tim Kampanye Nasional Joko Widodo – Ma’ruf Amin (TKN Jokowi – Ma’ruf) mengaku siap meladeninya. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding yang juga wakil ketua TKN Jokowi – Ma’ruf mengatakan, pihaknya sejak awal memang sudah mengusulkan debat di dalam kampus.

“Itu sangat baik dan ideal untuk ajang debat,” kata Karding saat dihubungi, Minggu (21/10).

Karding menjelaskan, debat pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden di dalam kampus bisa mendorong mahasiswa untuk tidak alergi terhadap politik. Selain itu, katanya, debat di dalam kampus juga merangsang mahasiswa untuk melahirkan gagasan dan idealisme.

Namun, kata Karding, hal yang harus dipikirkan adalah aturan dalam undang-undang ataupun Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Sebab, TKN Jokowi – Ma’ruf tak mau debat antarkandidat di kampus justru melanggar larangan kampanye di lembaga pendidikan.

“Perlu ada perubahan di undang-undang, agar itu dibolehkan. Saya kira yang terpenting kami berdiskusi, berdialog di sana. Tidak perlu bawa atribut partai, tidak perlu bawa alat peraga kampanye, betul-betul kami berdebat saja dan difasilitasi kampus,” kata Karding.

“Bahkan, tidak hanya debat paslon bahkan debat tim kampanye masing-masing boleh berdebat dalam melibatkan semua unsur civitas akademika. Itu sangat baik dan kami sepakat,” kata Karding. (Jpnn/FT/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s