Politik Adu Domba : Ada Penyusup Yang Bawa Bendera HTI Saat Acara Berlangsung

bendera3

Konferensi Pers Polda Jabar

Fokustoday.com- Garut, 24 Oktober 2018

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat melaksanakan gelar perkara kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang terjadi di Alun-alun Limbangan, Kabupaten Garut.

Dalam hasil gelar perkara tersebut, polisi menemukan sejumlah alat bukti dan petunjuk terkait peristiwa pembakaran bendera yang diidentikan dengan bendera milik HTI itu.

Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana menyebutkan, dari hasil gelar perkara, penyidik menyusun rangkaian fakta di lapangan saat kejadian tersebut berlangsung. Umar menagatakan, bahwa kasus ini harus dipandang secara utuh, jangan dilihat pada saat pembakaran itu terjadi.

Baca : MUI : Jangan Lanjutkan Aksi Bela Bendera Tauhid !

“Peristiwa ini merupakan rangkaian yang tidak bisa diputus yang diawali dengan adanya kegiatan resmi Hari Santri Nasional yang sudah mendapat izin dari instansi yang berwenang dalam hal ini Polri,” kata Umar saat sesi jumpa pers di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar, Kota Bandung, Rabu (24/10).

Menurutnya, kejadian pembakaran tersebut sudah dipastikan terjadi pada upacara peringatan Hari Santri Nasional di Alun-alun Limbangan, Kabupaten Garut, pada Senin (22/10). Berdasarkan hasil prapenyelidikan, polisi mendapatkan petunjuk bahwa acara tersebut sejak awal melarang peserta membawa atribut atau bendera selain bendera merah putih.

“Bahwa kesepakatan yang disepakati oleh panitia dan peseta upacara HSN poin utamanya adalah hanya boleh membawa bendera merah putih. Kedua, tidak boleh membawa atribut lain selain bendera merah putih. Ini ditegaskan lagi. Kemudian poin ketiga, dipertegas mungkin di acara sebelumnya pasti muncul bendera HTI atau bendera ISIS,” katanya.

Baca : Polda Jabar : Tidak Ada Unsur Pidana Dalam Kasus Pembakaran Bendera HTI

Sehingga, ia tambahkan, pelaku pembakaran hanya mengikuti instruksi terkait dengan kesepakatan yang telah dibuat. Ditambah, pelaku pembakaran itu hanya memahami bahwa bendera dengan ciri tersebut merupakan bendera HTI—organisasi yang telah dilarang oleh pemerintah.

“Sifatnya adalah melaksanakan suatu kesepakatan yang tidak ditaati yakni dilarang membawa bendera selain merah putih sehingga diamankan,” kata Umar.

Penyidik pun sampai saat ini masih terus mencari orang yang membawa bendera tersebut di tengah upacara hari santri. Unar menyebutkan bahwa orang tersebut merupakan penyusup. Lantaran, upacara tersebut hanya mengundang santri-santri dari tiga kecamatan di Garut, yakni Malangbong, Limbangan dan Leuwi Goong.

“Laki-laki tersebut informasinya sangat minim. Itulah yang kita sedang cari. Siapa dia? Apa tujuannya? Yang jelas dia berasal dari luar tiga kecamatan yang disebutkan tadi. Peserta lain pun tidak ada yang kenal. Sehingga kita bisa identifikasi orang ini bukan berasal dari tiga kecamtan yang memang menjadi tamu dan peserta upacara,” kata Umar.

Adapun, hasil dari gelar perkara ini, polisi belum meningkatkan status ke tahap penyelidikan. Tiga orang yang sebelumnya dipanggil ke Polres—karena diduga bertanggung jawab dalam peristiwa ini—statusnya masih terperiksa.

“Tiga orang tadi orangnya berbeda yang satu orang itu bukan pembakar tapi ketua panitia yang dua orang yang langsung melakukan pembakaran. Sekarang di Polres Garut karena status mereka belum tersangka, saksi saja masih berita acara interograsi. Karena masih proses lidik belum sidik,” katanya. (ft/kumparan/es)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s