Pertemuan PP Muhammadiyah-PBNU Tolak Paham Khilafah

Fokustoday.com – Jakarta, 1 November 2018.

Para petinggi PP Muhammadiyah dan PBNU mengadakan pertemuan pada 31 oktober 2018. Mereka memulai pertemuan dengan makan malam bersama.

Said Aqil - Haidar Nasir.jpg

Said Aqil Siroj – Haedar Nashir

Para pimpinan kedua ormas sudah berada di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Raya Menteng, Jakarta Pusat, sejak pukul 19.10 WIB.

Dalam pertemuan itu mereka sepakat menjaga Indonesia dari ancaman, termasuk dari paham khilafah.

Dalam pertemuan itu, hadir Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, didampingi Sekretaris Umum Abdul Mu’ti. Mereka berada satu meja dengan Ketum PBNU Said Aqil Siroj, yang didampingi Sekjen Helmy Faishal Zaini.

“NU dan Muhammadiyah berkewajiban mengawal ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah insaniah. Mari kita jaga itu semuanya karena jika tidak, maka ancaman disintegrasi ancaman perang saudara ada,” kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (31/10/2018).

Baca Juga :

Said mengatakan ada rencana dari salah satu pihak untuk menerapkan khilafah di wilayah ASEAN. Dia berharap rencana itu tak pernah terjadi.

“Bahkan saya baca kalau tidak salah ada rencana tahun 2024 harus sudah ada khilafah di ASEAN ini, termasuk Indonesia. Mudah-mudahan mimpi ini tidak terjadi, tidak akan terlaksana berkat adanya NU dan Muhammadiyah,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin juga menilai paham khilafah tidak bisa diterapkan di Indonesia. Dengan penduduk yang sangat majemuk, paham ini akan tertolak secara otomatis. Jika dipaksakan, akan berpotensi terjadi benturan yang bisa menimbulkan perang saudara.

“Sistem pemerintahan khilafah tidak akan bisa diterapkan di Indonesia, yang memiliki penduduk majemuk dengan dan berbagai agama serta suku bangsa. Jika dipaksakan untuk diterapkan, akan tertolak dengan sendirinya,” ujarnya kepada detikcom setelah menggelar pertemuan dengan para petani Banyuwangi, Rabu (31/10).

Ma’ruf Amin mengatakan paham Islam di Indonesia sudah termasuk paham yang sempurna atau kafah, menurut ruang dan waktu. Sebab, Indonesia terdiri atas berbagai agama dan suku bangsa sehingga sistem syariat Islam atau khilafah tidak bisa diterapkan. (FT/Detik/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s