Rebutan Kursi Wagub, Gerindra dan PKS Abaikan Kepentingan Warga DKI Jakarta

Fokustoday.com – Jakarta, 1 November 2018.

 

Sejak Sandiaga Uno diangkat menjadi cawapres pasangan capres Prabowo Subianto, kursi wagub DKI Jakarta menjadi polemik yang berkepanjangan antara Gerindra dan PKS.

Kursi Wagub DKI

Ilustrasi – Kursi Wagub DKI Jakrta yang menjadi rebutan antara Gerindra dan PKS (Foto: Kompasiana)

Terkait polemik perebutan kusri cawagub DKI Jakarta tersebut antara Gerindra dan PKS, beberapa peneliti mengatakan bahwa Gerindra dan PKS tidak peduli dengan kepentingan warga Jakarta.

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Luky Sandra Amalia mengaku kecewa kepada Gerindra dan PKS yang terus berpolemik soal wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Padahal, persoalan yang dihadapi Pemprov DKI kini kian berat.

Baca Juga :

Dua Bulan Kosong, Posisi Wagub DKI Jadi Rebutan Gerindra dan PKS

Perebutan Kursi Cawagub DKI Berakibat Anies “Ngejomblo” Tanpa “Pendamping” di DKI

Gerindra dan PKS Saling Gigit Rebutkan Kursi Wakil Gubernur DKI

Koalisi (Gerindra – PKS) Tapi Saling Ribut, Soal Polemik Wagub DKI

Terpampang Spanduk Tolak Wagub DKI dari PKS

Keponakan Prabowo Diusulkan Jadi Wagub DKI Pengganti Sandiaga Uno

Menurut dia, polemik tersebut membuktikan bahwa kedua partai tak peduli dengan kepentingan warga ibu kota. “Parpol kembali meletakan semata kepentingan politik partai atau mengakomodasi masyarakat Jakarta, maunya apa. Perilaku politik seperti ini jelas tidak bagus karena merugikan publik, ” ujarnya di Jakarta, Senin (29/10).

Luky merasa heran, kenapa sampai sekarang Prabowo Subianto selaku ketua umum Partai Gerindra belum memberikan instruksi mengenai pengganti Sandiaga. Di lain pihak, PKS tak mau kehilangan kesempatan mendudukkan orangnya sebagai wagub. Ketidaktegasan Prabowo membuat PKS terus bermain mata agar mendapat kursi Wagub.

Sebelumnya, Pengamat Politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menilai ada sandiwara politik dari PKS dan Gerindra. Jerry menduga, kedua partai akan terus bersandiwara hingga pilpres 2019 nanti. Tentu saja, warga Jakarta yang dirugikan.

“Seperti ada unsur kesengajaan atau sebuah sandiwara politik yang dimainkan sampai tahun depan. Saya curiga mereka menunggu hasil Pilpres baru diumumkan, siapa yang jadi wakil gubernur,” kata dia.

Dia curiga, kalau pun kemudian koalisis Prabowo-Sandiaga kalah di Pilpres, maka Sandiaga akan kembali lagi menjadi wakil gubernur.

Menurut Jerry, jika skenario itu terjadi, sungguh tidak etis. Alhasil, sudah seharusnya Gerindra dan PKS segera menunjuk siapa pengganti Sandiaga. Pasalnya, Jakarta memerlukan perbaikan dan percepatan pelayanan publik.

“Kalau Sandiaga kalah bisa saja dia balik menjadi wagub DKI Jakarta. Sudah seharusnya dipercepat jangan tunggu sampai tahun depan,” ujar dia.

Dia menilai PKS dan Gerindra tak boleh terus bersandiwara karena perilaku itu sejatinya merusak demokrasi sekaligus merugikan warga DKI Jakarta. Karena kinerja gubernur tak akan pernah maksimal jika tidak didukung oleh wakil gubernur.

“Kan DPRD dan partai koalisi juga sangat menentukan. Bagi saya Anies akan menuruti saja siapa yang akan ditunjuk mendampinginya,” katanya.

Dia pun mengaku tak habis pikir pemilihan Wagub DKI ini diulur-ulur. Ini menunjukan bahwa ada lobi-lobi kepentingan kekuasaan dan bagi-bagi antara PKS dan Gerindra. (FT/jpnn/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s