Babak Kedua Sanksi AS Atas Iran : Kritik Pedas Eropa dan 40 Tahun Iran Eksis

iran.jpgFokustoday.com-

Presiden Amerika Serikat 8 Mei 2018 setelah keluarnya AS secara sepihak dari kesepakatan nuklir JCPOA, mengumumkan kembali penerapan sanksi anti Iran mulai Agustus dan November 2018.

Kini penerapan babak kedua sanksi, khususnya sanksi minyak Iran menuai reaksi negatif trioka Eropa yang terdiri dari Jerman, Perancis, Jerman dan Uni Eropa. Dalam hal ini tiga kekuatan Eropa dan Uni Eropa merilis statemen bersama menentang sanksi Washington terhadap Iran.

Menurut pejabat tinggi dan opini publik Eropa bukan saja sanksi nuklir AS terhadap Iran bertentangan dengan perjanjian yang diterima Washington di JCPOA, bahkan sanksi sepihak AS terhadap negara dan perusahaan lain juga ilegal serta hanya memicu instabilitas finansial dan perdagangan global.

Baca :

Di statemen ini seraya ditekankan poin positif JCPOA dan dukungan Dewan Keamanan PBB terhadap kesepakatan ini, meminta Iran tetap komitmen terhadap JCPOA. Eropa di statemen ini menekankan, “Tujuan kami adalah melindungi Eropa yang terilbat perdagangan legal dengan Iran.”

Pierre Moscovici, Komisaris bidang Ekonomi Uni Eropa Senin (5/11) saat merespon implementasi babak kedua sanksi AS terhadap Iran menandaskan, Uni Eropa menentang keputusan Amerika menerapkan kembali sanksi minyak dan finansial terhadap Tehran.

AS seraya mengabaikan dan melecehkan langkah Eropa untuk mempertahankan JCPOA seperti pembentukan kanal finansial baru dan mekanisme lainnya untuk melanjutkan perdagangan dan transaksi finansial serta energi dengan Iran, mencitrakan dirinya tidak memandang penting langkah tersebut.

Hal ini kian membuat semakin penting respon serius dan lebih kuat Eropa tarhadap langkah sepihak Trump. Meski Iran selama 40 tahun lalu, tanpa bantuan negara lain senantiasa mampu melawan sanksi Amerika dan secara praktis melumpuhkan konspirasi Washington, namun kini sikap dan langkah sepihak Trump mendorong berbagai kekuatan dunia lainnya menekankan kebenaran dan hak Iran terkait JCPOA.

Diharapkan langkah Eropa, selain Rusia dan Cina sebagai anggota kelompok 4+1, semakin serius dan efektif sehingga mampu mendorong Tehran tetap bersedia mempertahankan JCPOA.

Mengingat bahwa pendekatan AS terkait keluar dari JCPOA sekedar langkah unilater dan sepihak, arogansi dan pemaksaan kehendak kepada negara lain, oleh karena itu kekuatan internasional benar-benar menghendaki dipertahankannya kesepakatan nuklir dengan Iran.

Dengan demikian diharapkan ada perlawanan terhadap pendekatan busuk Amerika dan upaya membela hak-hak legal Republik Islam Iran, khususnya bahwa Tehran telah menekankan akan tetap komitmen terhadap JCPOA selama kepentingan negara ini khususnya dampak sanksi ilegal Amerika dapat direduksi. (ft/es)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s