Jokowi: Mereka Yang Bilang Harga Pangan Naik Sebaiknya Mengecek ke Pasar Tradisional

Fokustoday.com – Lamongan, 20 November 2018.

Belakangan kritikan terhadap pemerintah soal harga pangan di pasar yang disebut mengalami kenaikan terus bergulir. Namun hal ini dibantah oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi sidak Ke pasar.jpg

Presiden Jokowi saat menyambangi pasar tradisional Sidoharjo di Kecamatan Lamongan, Jawa Timur, Senin (19/11). (Foto: BPMI).

Guna ingin  memastikan stabilitas harga bahan pangan, Presiden Jokowi  menyempatkan diri terjun langsung ke pasar tradisional dalam setiap rangkaian kunjungan kerjanya.

Presiden juga membantah mereka yang menyebut harga bahan pangan di Indonesia secara umum mengalami kenaikan.

Pada Senin (19/11/2018),  saat kunjungan kerja ke Lamongan, Jawa Timur, Jokowi menyempatkan diri untuk blusukan ke Pasar Sidoharjo.

“Kalau saya ke pasar itu yang paling penting ngecek harga-harga,” ujar Jokowi. Di pasar tersebut, Jokowi mendapatkan fakta bahwa harga cabai mengalami penurunan dari Rp 30.000 per kilogram menjadi Rp 17.000 per kilogram. Jokowi juga menemukan harga beras jenis IR64 naik sedikit.

“Jadi seperti yang Pak Gubernur sampaikan, inflasi di Jawa Timur 1,78. Artinya, sangat stabil, bukannya cuma stabil. Tapi sangat stabil,” ujar Jokowi.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi menyarankan pihak-pihak yang menyatakan harga bahan pangan, khususnya di Provinsi Jawa Timur, mengalami kenaikan, untuk sering-sering mengecek ke pasar tradisional.

“Ya dicek saja langsung ke pasar. Inflasinya di Jawa Timur rendah, hanya 1,78 kok, gimana mau naik?” ujar Jokowi.

Ia menegaskan, angka inflasi akhir tahun 2018 ini hanya sebesar 3,5. Artinya, apabila terdapat kenaikan harga, angkanya tidak terlalu tinggi alias masih dalam batas kewajaran.

Di sisi lain, Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa pemerintah berupaya untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan.

Sebab, apabila harga pangan turun, memang konsumen merasa puas. Namun, tak demikian bagi para petani.

Sebaliknya apabila harga pangan naik, petani yang akan untung sementara konsumen dipastikan akan menjerit.

“Inilah keseimbangan yang harus kita jaga agar suplai dan demand itu pada posisi yang baik, stabil dan harganya tidak terlalu melonjak naik, namun juga tidak terlalu jatuh menurun,” ujar Jokowi. (FT/kompas/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s