Eks Polisi Anggota JAD Serang Pos Polisi di WBL Lamongan

Fokustoday.com – Lamongan, 24 November 2018.

Sebelumnya, pada Selasa dini hari kaca Pos Polisi Wisata Bahari Lamongan (WBL) Paciran, Lamongan dirusak dan dilempari batu oleh dua orang. Kedua orang itu dikejar dan berhasil ditangkap. Namun, satu anggota Polri terluka saat berusaha menangkap pelaku.

Amman Abdurrahman

Pemimpin JAD Amman Abdurrahman

Kasus penyerangan pos polisi di Wisata Bahari Lamongan tersebut dilakukan oleh dua orang berinsial ER dan MS.

Menurut Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan pelaku merupakan mantan anggota Polres Sidoarjo, yang selama di lembaga pemasyarakatan (lapas) berkoordinasi dengan beberapa kelompok.

“Pelaku ini waktu itu terseret kasus pembunuhan guru ngaji. Sedangkan satu pelaku lagi (MS) merupakan warga sipil dan juga residivis,” imbuhnya.

Dari perkembangan penyidikan kasus tersebut akhirnya penyelidikan diambil alih oleh Densus 88 Antiteror Polri karena pelaku diduga bagian dari kelompok radikal.

Baca Juga :

Penyidik Densus 88 Antiteror Polri telah memeriksa ES, pelaku penyerangan pos polisi lalu lintas di Wisata Bahari Lamongan (WBL), Paciran, Lamongan, Jawa Timur.

Dari pemeriksaan diketahui, mantan pecatan Polri itu adalah bagian dari kelompok teror Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur.

Menurut Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, pelaku yang berusia 35 tahun itu bergabung kelompok JAD setelah keluar dari penjara.

“Pelaku mulai terpapar radikalisme setelah menjalani masa tahanan di salah satu lapas,” kata dia, Jumat (23/11).

Adapun yang mendoktrinnya adalah narapidana teroris yang ada di lapas tersebut.

Dedi mengatakan, ES terus berhubungan dengan sejumlah napiter selepas dia bebas menjalani hukuman di penjara. Selain menjenguk para napiter ke lapas, ES juga menggunakan media sosial untuk tetap berkomunikasi dengan kelompok teroris.

Sementara itu, soal aksi penyerangan pospol WBL, pelaku mengaku aksi itu merupakan inisiatifnya sendiri. Pasalnya, pelaku sakit hati telah dipecat dari Korps Bhayangkara.

“Selain bermotif sakit hati, aksi penyerangan itu juga dilatarbelakangi oleh maksud berjihad sesuai pemahamannya,” papar dia. (FT/jpnn/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s