Haedar Nashir Jawab Amien Rais Soal Sikap Muhammadiyah Pada Pilpres 2019

Fokustoday.com – Jakarta, 27 November 2018.

Terkait pernyataan Amien Rais yang mengatakan akan menjewer jika Muhammadiyah tak bersikap jelas pada pilpres 2019 mendatang, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa Muhammadiyah memastikan bahwa sikap organisasinya dalam Pilpres 2019 tidak akan berubah.

Haedar Nashir.jpg

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir

Amien Rais mengatakan Muhammadiyah tak boleh diam saja atau tidak jelas sikapnya dalam menentukan pemimpin bangsa ini untuk periode 2019-2024. “Sekali lagi, kalau sampai itu dilakukan maka saya jewer. Pemilihan presiden ini menentukan satu kursi dan jangan sampai bilang terserah,” kata Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat periode 1999-2004 itu.

Pernyataan Amien tersebut memicu kritik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Dewan Pimpinan Pusat IMM meminta Muhammadiyah tetap netral dan tidak terpengaruh desakan Amien Rais dalam urusan Pilpres 2019.

“Bila dukung-mendukung dilakukan, apa bedanya Muhammadiyah dengan tim sukses ataupun parpol pendukung calon presiden?” kata Ketua Umum DPP IMM Najih Prastiyo melalui keterangan tertulisnya pada Rabu, 21 November 2018.

Najih mengatakan, Muhammadiyah harus tetap netral dan tidak ada anjuran harus menyeragamkan pilihan politik dalam Pilpres 2019. Jika sampai fatwa dikeluarkan, dikhawatirkan Muhammadiyah terseret ke dalam pusaran politik praktis yang kontraproduktif.  “Sekali lagi Muhammadiyah adalah rumah bersama bagi seluruh elemen bangsa,” ujar dia.

Haedar Nashir memastikan tidak ada yang berubah dari Muhammadiyah dalam perihal politik praktis.

“Tidak ada yang berubah dari Muhammadiyah dan tidak akan pernah berubah. Muhammadiyah tetap berdiri dengan kepribadian dan khittahnya”, kata Haedar dalam Muktamar Pemuda Muhmmadyah ke XVII di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin, 26 November 2018.

Lebih lanjut Haedar menjelaskan, yang dimaksud tak ada yang berubah dari adalah sikap organisasi yang didirikan pada 1912 di Yogyakarta oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan ini.

Sejak dibentuk Muhammadiyah tak pernah terlibat politik praktis. Sikap Haedar seolah menyatakan bahwa ia akan tetap menjaga Muhammadiyah sebagai organisasi netral dan tidak terikat dengan politik praktis.

“Setiap periode, sejak mulai didirikan oleh Kiai Dahlan sampai kapanpun, Muhammadiyah selalu mengambil jarak  dari pergumulan politik praktis. Itu sudah prinsip yang tak akan berubah”. (FT/tempo/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s