Stop Provokasi di Medsos! Penembakan Di Sampang Dipicu Status FB Soal Capres

madura

Anggota PPS Sampang tewas ditembak. Penembakan itu dipicu oleh unggahan di media sosial (Foto: dok. Istimewa)

Fokustoday.com- Sampang, 28 November 2018

Posting-an tentang politik di media sosial menewaskan Subaidi (40). Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Sampang, Madura, Jawa Timur, itu tewas ditembak Idris (30).

Penembakan terjadi pada Rabu (21/11) pukul 13.00 WIB. Cekcok bermula saat akun Idris berkomentar di laman Facebook seseorang yang mem-posting ‘Siapa pendukung Jokowi yang ingin merasakan pedang ini’. Akun milik Idris memberikan komentar ‘Saya pingin merasakan tajamnya pedang tersebut’.

Esoknya, Idris mendapatkan kabar bahwa ada video viral mengenai dirinya saat tengah diklarifikasi mengenai komentar di postingan tersebut. Postingan video dari akun Ahmad Alfateh itu dibumbui dengan kata-kata bernada mengancam dan menyudutkan Idris.

Tak terima dengan postingan itu, Idris langsung mencari informasi dengan bertanya kepada temannya terkait akun Ahmad Alfateh mengunggah videonya. Singkat kata Idris mengetahui bahwa akun Ahmad Alfateh itu dimiliki oleh seseorang bernama Subaidi.

Idris pun sempat mendatangi rumah Subaidi untuk mengklarifikasi postingan tentang video Idris. Namun dia tidak menemui Subaidi. Akhirnya, Idris mengetahui bahwa Subaidi bekerja sebagai tukang gigi.

Sehari kemudian, beredar video yang memperlihatkan Idris saat didatangi oleh orang tersebut. Polisi menyatakan posting-an di video itu dibumbui kalimat yang menyudutkan dan mengancam Idris.

Pada Rabu (21/11) pagi, Idris keluar rumah dan sempat berpapasan dengan Subaidi. Idris dan Subaidi terlibat tabrakan motor kemudian berkelahi. Merujuk pada keterangan polisi, Subaidi sempat mengeluarkan pisau dalam perkelahian itu. Sedangkan Idris mengeluarkan pistol dan menembak dada kiri Subaidi hingga akhirnya tewas.

Polisi menduga Idris merencanakan pembunuhan tersebut. Polisi menduga Idris melakukan persiapan, yakni membawa senjata api dan mencegat korban. Berarti ada tenggang waktu yang disiapkan pelaku.

“Ini adalah masalah yang sudah jelas, adakah pembunuhan berencana? Karena ada persiapan yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban itu, yaitu dengan mempersiapkan senjata api rakitan dengan pelurunya itu, dengan melakukan pencegatan,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera saat dihubungi detikcom, Selasa (27/11).

Terkait kasus ini, timses dari kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengimbau para pendukung agar tak mudah terprovokasi.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf mengajak para pendukung Jokowi-Ma’ruf mengisi masa kampanye dengan kegiatan menggembirakan, substantif, dan bersifat positif.

“Kepada para pendukung capres nomor 01, kami mengajak selalu waspada atas provokasi dan intimidasi,” ungkap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate, lewat pesan singkat, Selasa (27/11/2018).

Hal senada disampaikan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade. Andre berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh pihak tanpa kecuali untuk berhenti melakukan provokasi.

Saat dimintai konfirmasi, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan motif kasus ini bukan karena politik. Hal ini karena pelaku tersinggung dari status yang dibuat korban.

“Polda Jawa Timur menyimpulkan kalau motif dari pada pembunuhan di Sampang itu masalah politik itu terlalu dini. Tidak terkait pemilu, ini ada ketersinggungan yang bersangkutan terhadap postingan di media sosialnya,” kata Barung.

“Ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa harus mengakhiri dan mengurangi diksi yang menghina pribadi dan memprovokasi alias jadi ‘kompor’,” kata Andre kepada wartawan, Selasa (27/11/2018). (ft/es/detik)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s