Indonesia Adalah Negara Kesepakatan, Islam dan kebangsaan

Fokustoday.com – Jakarta, 29 November 2018.

KH Ma’ruf Amin dalam rekaman suara yang diperdengarkan di Seminar Kebangsaan, Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 28 November 2018 mengatakan paham keagamaan yang ekstrim merupakan tantangan dari kedaulatan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

KH Ma'ruf Amin

Calon presiden nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin

Menurut Ma’ruf kelompok-kelompok ekstrim tidak mengenal kesepakatan, sedangkan Indonesia dengan Pancasilanya adalah “Negara Kesepakatan”.

Indonesia ini adalah negara kesepakatan. Saya lebih suka menyebut darul mitsaq (negara kesepakatan). Itu sangat mengikat“, kata Ma’ruf .

Kelompok peganut paham ekstrim, ujar Ma’ruf sama sekali tidak mengenal kesepakatan. Contohnya di agama Islam, kelompok ekstrim ini mengenal Islam Kaffah atau Islam seperti di Arab Saudi yang secara sosiologis tidak majemuk. Sedangkan di Indonesia dikenal Islam Kaffa Ma’al Mitsah, di mana karena sifat masyarakatnya yang majemuk, di Indonesia sudah ada kesepakatan dan itu mengikat.

Menurut Ma’ruf kesepakatan ini dapat terjalin, berkat jasa dari para pemimpin masa lalu. Para ulama di Indonesia mau berkompromi antara Islam dan kebangsaan.

Hasilnya, kata dia, para pemimpin masa lalu berhasil menyelesaikan konflik yang masih menjadi polemik di beberapa negara sampai hari ini.

Menurut Ma’ruf bila masih ada orang yang mempersoalkan Islam dan kebangsaan, ia menilai ada mispersepsi pada orang itu soal hubungan antara keduanya.

Kesalahpahaman dapat muncul pada keduanya, baik itu kebangsaan atau keagamaan.

Adapun, Ma’ruf Amin melanjutkan, yang ke depan musti dihadapi adalah perubahan drastis menuju era serba teknologi atau revolusi 4.0. Perubahan ini, kata Ma’ruf perlu dimanfaatkan dan dipergunakan sebaik-baiknya untuk membangun kehidupan bangsa yang sejahtera. Namun tidak menghilangkan landasan tradisi apalagi landasan negara.

“Menjaga tradisi lama yang baik, melakukan mengambil sesuatu baru yang lebih baik yakni melakukan transformasi dan melakukan perbaikan yang kita olah sendiri menuju yang lebih baik yaitu melakukan inovasi-inovasi,” ungkap Ma’ruf.

Menurut Ma’ruf perlu ada sinkronisasi antara keduanya, agar Indonesia dapat lengkap sebagai negara maju. (FT/tempo/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s