Sepenggal Cerita Prabowo : Dari Stateless Hingga Amankan Aset Di Swiss

prabowo minang

Prabowo Subianto

Fokustoday.com-Jakarta, 4 Desember 2018

” Mas, tunggu saya di situ. Jangan kemana-mana. Nanti saya jemput”, begitu kata Taufiq Kiemas di sambungan telepon internasional saat berbicara dengan Prabowo Subianto. Taufiq menghubungi Prabowo, yang saat itu tengah berada di Jenewa, Swiss.

Di negara itu Prabowo tengah mengalami kesulitan. Dia seorang “stateless”, tidak bisa kemana-mana, termasuk keluar dari Swiss, berhubung masa berlaku paspornya, sudah habis. Dia ingin kembali ke Indonesia. Dengan pesawat jet khusus yang dicarter, Taufiq menjemput Prabowo dan membawanya pulang ke tanah air, lewat Singapura.

Di negara tetangga tersebut, Prabowo dibantu oleh Taufiq agar KBRI Singapura mengeluarkan paspor baru bagi bekas menantu Presiden Soeharto ini. Demikian cerita yang disampaikan oleh adik Taufik Kiemas, Santayana.

Baca : Indonesia-Swiss Sepakati Perjanjian MLA, Kejar Aset Koruptor Hingga Ujung Dunia

Selama ini orang tahu bahwa Prabowo setelah di pecat dari Militer dia tinggal di Yordan. Tetapi mengapa dia sampai stateless dan terdampar di Swiss ? Menurut cerita bahwa keberadaan Prabowo di Swiss dalam rangka mengurus bisnis nya.

Apa itu Swiss ? Swiss adalah tempat penyimpanan uang yang tak terlacak aparat hukum. Swiss adalah negara sorga pagi pengemplang pajak dan uang haram. Apakah Prabowo sedang berusaha mencairkan uangnya di Swiss. Saya tidak tahu. Yang jelas bahwa Prabowo benar pergi ke Yordan tetapi waktunya lebih banyak di Eropa khususnya Swiss. Ngapain dia di Swiss? saya tidak mau berprasangka terlalu jauh tetapi saya ingin menyampaikan upaya Jokowi secara diam diam memburu uang haram yang disimpan di Swiss.

Baca : Jurus Paradoks Prabowo Menggoyang Jokowi Disambar Kubu Petahana

Tahun 2017, antara Swiss dan Indonesia telah menyepakati Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik (Mutual Legal Assistance Treaty). Upaya loby sampai tercapai kesepakatan ini telah berlansung dua tahun. Mengapa begitu pentingnya MLA ini ? Ya dengan adanya MLA ini akan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan yang ingin menyembunyikan hasil kejahatannya ke luar negeri. Dan sejak adanya MLA itu , BIN, PPATK, Jaksa Agung, Polisi, KPK, Menkeu punya akses untuk mendapatkan data atas siapa saja yang dicurigai punya uang haram yang disimpang di Swiss.

Saat sekarang menurut teman saya, hampir semua orang Indonesia yang punya harta di Swiss datanya sudah ada di tangan aparat hukum Indonesia. Mereka semua demam dan marah ke Jokowi.Nampaknya pemerintah tidak ingin menimbulkan kekacauan politik bila pemilik rekening haram di tangkap dan uangnya di rampas. Karena jelas cara ini akan membuat stigma buruk dikacamata investor.

Dan lagi upaya hukum merampas dana haram di negara bebas pajak selalu gagal. Satu satu cara adalah melalui tindakan persuasi terhadap pemilik rekening. Ya setiap kegiatan bisnisnya dipersulit dan diawasi secara ketat. Rekeningnya di block. Lambat atau cepat pemegang rekening akan masuk perangkap cooperative kepada petugas. Mengapa? karena dia tidak bisa menikmati uang itu tanpa ada dukungan dari Pemerintah. Karena upaya inilah musuh jokowi terlalu banyak, terutama para orang kaya yang simpan uangnya di SWiss dan mereka hadir kemarin di acara aksis 212.(ft/es)

Copas: Somewhere

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s