Singapura Tak Cukup Cerdas Berhadapan Dengan Indonesia (Baca: Jokowi)

Presiden Jokowi Saat Diterima PM Singapura

Fokustoday.com-Jakarta, 8 Desember 2018

Dalam Instagram-nya, PM Lee Hsien Loong dengan bangga juga mengunggah pertemuannya dengan Prabowo. Bahkan, Loong juga tak segan mendoakan sahabatnya yang akan maju dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang tersebut. Dia mengatakan, bertemu dengan pendiri dan ketua Partai Gerindra dan akan menjadi pembicara di Gala Dinner “The World in 2019”. “Beliau juga seorang kandidat calon presiden di Pemilihan Umum Indonesia April (tahun) depan, dan beliau tengah sibuk berkampanye di seluruh Indonesia. Kita berdiskusi tentang bagaimana Singapura dan Indonesia dapat memperkuat hubungan yang erat dan membawa hubungan (bilateral) kita kedepan. Saya mendoakan yang terbaik untuk beliau dan berharap beliau menikmati kunjungannya di Singapura,” tulis Loong dalam akun Instagram. Baca : https://fokustoday.com/2018/12/07/tax-amnesty-kebijakan-jokowi-yang-tidak-disenangi-singapura-mengapa/

Mengapa PM Singapore sampai terbuka memberikan dukungan politik kepada Prabowo. Tak ubahnya dengan Dubes Arab yang hadir dalam reuni 212, secara tidak langsung memberikan dukungan kepada Prabowo sebagai Cawapres. Karena baik Singapor maupun Arab keduanya adalah proxy Amerika Serikat. Hampir sebagian besar bisnis yang ada dikedua negara itu pasti berhubungan dengan TNC asal Amerika. Yang jelas di era Jokowi, Singapore kehilangan akses pertumbuhan ekonomi. Maklum 40% pasar property, jasa perbankan, pariwisata, perdagangan, berasal dari Indonesia. Ini terjadi karena kebijakan yang dikeluarkan oleh Jokowi. Baca : https://fokustoday.com/2018/11/27/prabowo-bertemu-pm-singapura-lee-hsien-loong-bahas-hubungan-bilateral/

Tahukah anda setelah Petral dissolved ( dibubarkan), dan kemudian diganti dengan Intergrated Supply chain, perhari dana yang bisa diselematkan oleh Pertamina sebesar Rp. 250 miliar. Artinya dana sebesar Rp 250 miliar itu tadinya masuk kekantong para broker minyak , logistic, refinery, perbankan. Sebagian besar uang itu masuk ke Singapore sebagai settlement agent. Kenapa ? karena Singapore adalah negara yang punya service sebagai trader oil di ASIA. Perbankan Singapore mampu membiayai trade financing sampai mencapai USD 5 miliar perhari. Sehingga wajar bila hampir semua NOC berkantor di Singapore. Namun Jokowi tidak ada urusannya dengan kehebatan Singapore sebagai service provider di bidang itu. Singapore hebat, indonesia jauh lebih hebat. Setiap tahun potensi dampak finansial bagi Pertamina dalam bentuk nilai tambah setelah petral dibubarkan mencapai US$ 651 juta.  Baca : https://fokustoday.com/2017/08/22/kpk-tangkap-panitera-penerima-suap-kasus-perusahaan-singapura/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s