Indonesia-EFTA Telah Diteken, Barang Indonesia Bebas Bea Masuk ke Eropa

Fokustoday.com – Jakarta, 17 desember 2018.

Akhirnya Indonesia telah mencapai kesepakatan perdagangan bebas dengan European Free Trade Association (EFTA) setelah meneken perjanjian dengan negara-negara Eropa.

Perjanjian tersebut melibatkan 4 negara Eropa meliputi Swiss, Liechtenstein, Islandia, dan Norwegia. Butuh 8 tahun agar kesepakatan itu bisa tercapai.

EFTA.JPG

Dari kiri: Henri Gétaz, Sekretaris Jenderal EFTA, Guðlaugur Þór Þórðarson, Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Eksternal Islandia, Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Johann N. Schneider-Ammann, Penasihat Federal dan Kepala Departemen Federal Urusan Ekonomi, Pendidikan dan Penelitian Swiss, Aurelia Frick, Menteri Luar Negeri, Keadilan dan Budaya Liechtenstein, Torbjørn Røe Isaksen, Menteri Perdagangan dan Industri Norwegia.

“Jadi ini perjalanan 8 tahun, kita melihat negara EFTA ini punya potensi yang besar dari sisi investasi di kita, karena CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) bukan hanya trade tapi yang disebut CEPA lengkap, ada investment, services itu sangat lengkap,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kantornya, Minggu (16/12/2018).

Enggartiasto mengatakan, perjanjian ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka pasar-pasar baru.

“Ini menjadi salah satu prioritas utama yang digariskan Bapak Presiden karena membuka pasar baru, dan tidak semata-mata membuka perdagangan, market akses, tapi juga menarik investasi,” kata dia di Kementerian Perdagangan Jakarta, Minggu (16/11/2018).

Dengan perjanjian ini, maka sejumlah komoditas asal Indonesia yang masuk ke negara-negara tersebut tidak dikenakan tarif begitu juga sebaliknya.

“Zero tarif, sudah ditandatangani sudah setuju,” ujarnya.

Menurut Enggar, keterbukaan ini sudah diperhitungkan dan tidak akan memberikan kerugian bagi negara.

“Semua market akses dibuka EFTA ini, jadi saya mohon dukungan, tidak ada satupun perjanjian yang saya lakukan itu merugikan, dan Bapak Presiden pasti tidak diizinkan kalau dirugikan,” ungkapnya.

Sebagai informasi, dalam kerjasama ini Indonesia akan memperoleh peningkatan akses pasar ke EFTA antara lain pada produk perikanan dan industri seperti tekstil, furnitur, sepeda, elektronik, dan ban mobil. Lalu, untuk produk pertanian seperti kopi dan kelapa sawit.

Lalu, EFTA akan memperoleh peningkatan akses pasar ke Indonesia untuk produk emas, obat-obatan, tekstil, kimia, jam, makarel, mesin, jus, tanker, dan parfum.

Untuk diketahui, EFTA merupakan organisasi antar pemerintah yang didirikan tahun 1960 untuk mendorong perdagangan bebas dan integrasi ekonomi untuk kepentingan anggotanya yakni Swiss, Liechtenstein, Islandia, dan Norwegia serta mitranya. EFTA memiliki 29 FTA (free trade agreement) dengan negara mitra dan 4 perundingan yang masih berjalan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mewakili Indonesia dalam perjanjian kerja sama ini. Sementara, perwakilan dari 4 negara yakni Menteri Hubungan Luar Negeri, Hukum, dan Budaya Leichtenstein Aurelia Frick, Kepala Departemen Hubungan Ekonomi Swiss Johann N Schneider Ammann, Sekretaris Negara/ Wakil Perdagangan Kerajaan Norwegia Daniel Bjarmann Simonsen, Duta Besar Islandia untuk Indonesia Hannes Heimisson. (FT/detik/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s