Ustadz Abdul Shomad : Pemimpin Harus Siap jadi Imam Shalat Jamaah

UAS

Ustadz Abdul Shomad

Fokustoday.com- Jakarta, 20 Desember 2018

Ustad Abdul Somad (UAS) dalam tausiahnya di Islamic Center Samarinda, Kalimantan Timur pada Kamis (26/7/2018) pagi, menekankan arti kehadiran pemimpin dalam shalat berjamaah.

Pemimpin harus menjadi imam, apabila tidak berhalangan

Hal itu diceritakannya ketika dirinya diminta maju sebagai Imam Shalat Subuh Berjamaah di Islamic Center Samarinda pagi tadi.

Dirinya menolak lantaran Imam Ratib didulukan memimpin untuk menggantikan Gubernur atau pejabat turunannya karena berhalangan.
Baca : Prabowo Akui Tidak Bisa Jadi Imam Shalat Jamaah. Mau Pimpin Negara ?

“Imam Ratib, siapapun yang datang ke Masjidil Haram, mau ulama besar sakalipun, yang maju ke depan (memimpin) tetap Syekh Abdurrahman As Sudais, tetap Syekh Suud As Syuraim karena Imam Ratib,” ungkapnya.

“Berkumpul kita semua, di Kabupaten, di Kota, di Provinsi Kalimantan Timur ini, maka yang paling layak menjadi imam adalah waliyyul amr, pemimpin-gubernur, gubernur yang jadi imam. Kalau gubernur tidak ada, wakil (gubernur), kalau tidak ada atau segan maju karena belum dilantik, maka diangkatlah Imam Ratib,” tegasnya.

Ditekankannya, Imam adalah seorang yang dipilih dan dipercaya masyarakat untuk menjadi pemimpin.

Hal tersebut dibuktikannya lewat riwayat Nabi Muhammad SAW yang terus menjadi Imam shalat semasa hidupnya.

“Aslinya yang menjadi imam itu adalah pemimpin. Makanya selama Nabi Muhammad SAW masih hidup tidak ada yang maju ke depan (memimpin), kecuali atas titah baginda (Nabi Muhammad), maka majulah Sayyidina Abu Bakri Ash Siddiq Radiallahu Anh,” paparnya.

“Ketika Abu Bakar menjadi Khalifah, beliau menjadi imam. Ketika meninggal Abu Bakar Ash Siddiq, naik Sayyidina Amirul Mukminin Umar Bin Khattab menjadi imam, dan ketika itu dia mengangkat Imam Ratib untuk Shalat Tarawih bernama Ubay Bin Kaab Radiallahu Anh,” tambahnya.

Namun disayangkannya, ketidakhadiran Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak lantaran dipanggil Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo tidak diteruskan dengan penunjukan Imam Ratib. Padahal

“Jadi, ulil amri (ulama) boleh mengangkat imam. Alhamdulillah Ustadz Somad, seandainya ada bapak gubernur, beliau hadir karena biasa Shalat Subuh berjamaah di sini, tapi karena ada undangan-ada jemputan-ada panggilan dari bapak presiden, tidak ada (hadir). Betapa bangga bahagianya, gubernur menjadi imam, andai tidak diangkatnya Imam Ratib,” ungkapnya.

“Tapi beda imam sekarang dengan Nabi Muhammad, kalau Nabi Muhammad selesai shalat langsung menghadap jemaah. Mana saidun fullan, mana si fullan, kenapa tidak shalat berjamaah? Ini lah hadist yang tidak saya amalkan sampai sekarang. Mana pak RT? mana pak RW? Mana si anu-mana? Kenapa ustadz tidak amalkan? Abdul Somad tidak ada kuasa,” ungkapnya disambut tawa jemaah. (ft/es/muslimoderat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s