Prabowo Bilang Tanggungan Utang Tiap Orang Rp 9 Juta, Sandi Bilang Rp 13 Juta

Fokustoday.com – Jakarta, 3 Desember 2018.

Sebelumnya capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan soal beban utang negara saat berbicara dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12/2018).

Prabowo-Sandi.jpg

Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi

Saat itu Prabowo menyinggung soal pendapat per kapita di Indonesia yang sebesar US$ 1.900 dan utang pemerintah.

“Tapi US$ 1.900 dipotong lagi utang. Ya, kita semua punya utang. Bahkan anakmu baru lahir punya utang. Utangnya kurang-lebih US$ 600. Jadi iya, utang kamu itu US$ 600. Kurang-lebih US$ 600 itu, berapa ya? Ya sekitar Rp 9 juta. Anakmu baru lahir, utang sudah Rp 9 juta,” kata Prabowo.

Sedangkan menurut Sandiaga Uno nilai utang yang ditanggung setiap anak Indonesia lebih besar lagi, tepatnya Rp 13 juta. Pernyataan ini disampaikan Sandiaga usai membesuk Kades Sampangagung, Suhartono di Lapas Klas IIB Mojokerto, Rabu (2/1/2019).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyinggung soal beban utang saat menjelaskan kepada wartawan seputar membangun infrastruktur tanpa berutang.

“Alhamdulillah itu sekarang menurut Bu Sri Mulyani dan Pak Darmin adalah salah satu pola, tapi belum dimaksimalkan pada pemerintahan sekarang. Di bawah Prabowo-Sandi kami ingin lebih maksimalkan karena kami tidak ingin menumpuk utang yang semakin berat. Karena sekarang setiap anak kecil di Indonesia sudah menanggung hutang Rp 13 juta,” kata Sandi.

Fuad Bawazier selaku anggota tim sukses (timses) Prabowo-Sandi memberi penjelasan soal hitung-hitungan beban utang tersebut.

“Prinsipnya sederhana sekali yaitu jumlah “utang” negara dibagi jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 260 juta,” ujar Fuad yang juga anggota Dewan Pembina Partai Gerindra kepada detikFinance, Rabu (2/1/2019).

Cuma, menurut Fuad, utang negara tersebut harus dirinci lagi, yaitu utang dari penerbitan surat berharga negara (SBN) atau SBN plus pinjaman luar negeri.

Selain itu juga harus dirinci tentang saldo utang tersebut, dari pemerintah sebelumnya atau hanya di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Tinggal utang negara yang dimaksud pembicara itu yang mana? SBN doang atau SBN plus pinjaman luar negeri. Saldo per kapan? Saldo sejak/dari pemerintahan yang dulu dulu atau hanya yang dibuat oleh rezim Jokowi? Juga termasuk utang BUMN yang dijamin pemerintah atau tidak,” tutur mantan Menteri Keuangan itu.

Namun Fuad belum menjawab pertanyaan soal utang negara menurut Prabowo dan Sandiaga itu yang mana. (FT/detik/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s