Wanita Arab Saudi Protes dengan Abaya Terbalik

wanita-arab-saudi-protes

Wanita di Arab Saudi harus mengikuti aturan berpakaian yang ketat yang ditetapkan oleh pemerintah kerajaan. Hal ini membuat mereka tidak senang dan mulai melancarkan aksi protes. Di bawah tanda pagar “inside-out abaya,” mereka telah mengunggar gambar-gambar jubah, yang mereka kenakan sehari-hari dengan perasaan tertekan.

Fokustoday.com- Riyadh, 9 Januari 2019

Beberapa wanita Arab Saudi telah melancarkan protes terhadap kewajiban mengenakan abaya, jubah panjang longgar yang digunakan untuk menutupi sekujur tubuh mereka di depan umum, dengan mengatakan bahwa mereka akan memakainya secara terbalik. Di bawah tanda pagar (hashtag) “inside-out abaya,” mereka telah mengunggar gambar-gambar jubah, yang mereka kenakan sehari-hari dengan perasaan tertekan.

Bulan Maret 2018, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan bahwa pakaian tersebut bukan persyaratan hukum.

Sekitar 5.000 tweet menggunakan hashtagtersebut telah diunggah, sebagian besar dari Arab Saudi.

Baca : White Helmets Membantu Teroris, Terlibat Perdagangan Organ, Serta Menjarah di Suriah

APA YANG BISA DIKENAKAN WANITA SAUDI?

Pihak berwenang Arab Saudi selama beberapa dekade memberlakukan aturan ketat dalam hal berpakaian bagi wanita, mengharuskan mereka untuk mengenakan abaya di depan umum, serta jilbab jika mereka beragama Islam.

Tetapi pada bulan Maret 2018, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyatakan bahwa perempuan hanya perlu berpakaian sepantasnya dan tidak harus mengenakan abaya.

“Undang-undangnya sangat jelas dan ditetapkan dalam hukum Syariah [hukum Islam]: bahwa perempuan memakai pakaian yang layak dan terhormat, sama halnya dengan laki-laki,” katanya kepada CBS TV. “Peraturan ini, bagaimanapun juga, tidak secara khusus menyebutkan abaya hitam atau penutup kepala hitam. Keputusan sepenuhnya diserahkan kepada wanita untuk memutuskan jenis pakaian yang layak dan terhormat yang dipilih untuk dikenakan.”

APA YANG TELAH DIUNGGAH OLEH WANITA ARAB SAUDI?

Pengguna Twitter Howra mengatakan dia akan mulai mengenakan abaya terbalik “untuk memprotes kebiasaan dan peraturan negara, yang berarti kami berada di bawah ancaman jika kami berani menunjukkan identitas kami.”

“Kami harus bekerja penuh waktu dengan niqab [kerudung wajah] dan abaya karena, argumennya, tempat umum itu mencampur jenis kelamin berbeda. Ini adalah beban berat yang harus ditanggung seseorang,” tambahnya.

As a #Saudi woman, I don’t enjoy freedom to cloth. I am forced by the law to wear Abaya (black robe) everywhere but my house, which. I. can’t. take. any. more.
#العبايه_المقلوبه
____
#BurnTheNiqab
#NoHijabDay
#MyStealthyFreedom#ForcedToWearIt#NiqabDoesNotRepresentMepic.twitter.com/ox51scXK3V

— نِكّـال (@Nikkaal) November 11, 2018

Pengguna Twitter Shafa mengatakan dia “menikmati” mengenakan abaya terbalik.

 

View image on TwitterView image on Twitter

Shafa@Shafax6


مستمتعة بنظرات الذهول

 

454

Baca : Aturan Baru, Perceraian di Saudi Diberitahukan Melaui SMS Untuk Menghindari Perceraian Rahasia

Dalam beberapa tahun terakhir, wanita Arab Saudi juga mulai mengenakan lebih banyak abaya berwarna-warni yang jauh berbeda dengan abaya hitam tradisional, dan abaya terbuka yang dikenakan bertumpuk di atas rok panjang atau celana jins juga menjadi lebih umum di beberapa bagian negara Arab Saudi, dilansir dari kantor berita Reuters.

Tahun 2017, para wanita mendapatkan hak untuk mengemudi mobil sendiri, tetapi banyak aktivis perempuan yang berkampanye untuk itu telah ditangkap di bawah tindakan keras yang jelas dalam hal perbedaan pendapat.

Baca juga: Soal Hak Perempuan, Arab Saudi Dulu dan Sekarang Sama Saja

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman sejak itu dituduh memerintahkan pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Turki, meskipun Arab Saudi menyangkalnya.

APA YANG BISA DILAKUKAN OLEH WANITA ARAB SAUDI?

Baca :  Human Right Watch Pertanyakan Siksaan Atas Aktivis Wanita Di Arab Saudi

Ada banyak hal yang tidak dapat dilakukan wanita Arab Saudi tanpa izin dari seorang wali pria, biasanya seorang suami, ayah, saudara laki-laki, atau anak laki-laki.

Hal-hal tersebut termasuk, tetapi tidak terbatas pada:

  • Mengajukan paspor
  • Melakukan perjalanan ke luar negeri
  • Menikah
  • Membuka rekening bank
  • Memulai bisnis tertentu
  • Mengikuti bedah elektif
  • Meninggalkan penjara

Sistem perwalian telah membantu menciptakan Arab Saudi dengan ketidaksetaraan gender yang paling buruk di Timur Tengah. (ft/es/BBC)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s