Ridwan Kamil Minta Prabowo Sebutkan di Mana Warga yang Susah Makan

Fokustoday.com – Bandung, 11 Januari 2019.

Sebelumnya Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto menilai negara gagal bila tidak mampu memberi makan kepada rakyatnya. “Kalau kita tidak mampu memberi makan kepada rakyat kita, maka negara kita sesungguhnya gagal sebagai negara,” ucap Prabowo Subianto di Palu, Selasa, 8 Januari 2019.

Ridwan Kamil.jpg

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Pernyataan itu disampaikan Prabowo yang juga Calon Presiden RI nomor 2 pada pemilu 2019, dalam acara temu kader, relawan dan simpatisan yang bertajuk “Prabowo Menyapa Sulawesi Tengah” di salah satu hotel, di Palu.

Di Jawa Barat, ia mengaku baru menerima laporan mengenai kondisi daerah tersebut, dimana terdapat suatu tempat di daerah itu yang masyarakatnya sulit untuk memenuhi kehidupan rumah tangga. “Makannya susah, ada yang mungkin sehari sekali makan. Ada yang mungkin dua hari sekali makan,” ujar Prabowo.

Terkait pernyataan Prabowo tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil angkat bicara menanggapi hal tersebut.

Ridwan Kamil mengklaim, tidak ada daerah di wilayahnya yang krisis pangan. “Saya tidak akan merespon terlalu spesifik. Intinya di Jabar tidak ada krisis pangan sepanjang yang saya tahu,” kata dia di Gedung Negara Pakuan, Bandung, Kamis, 10 Januari 2019.

Ridwan Kamil mengaku, tidak ada laporan yang diterimanya seperti tuduhan yang dilayangkan Calon Presiden Prabowo Subianto. “Kalau pun iya, sebutkan di mana secara spesifik, jika ada,” kata dia.

Dia mengaku, tidak ada laporan yang diterimanya soal adanya warga Jawa Barat yang susah makan. “Sepanjang yang saya tahu, sampai detik ini, tidak ada laporan. Tidak ada. Karena itu, informasi itu jangan digeneralisir, harus spesifik,” kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil mengklaim, di Jawa Barat ada instrumen yang disiapkan untuk menjaring laporan semacam itu. “Kita punya instrumen, ada yang namanya Ketua RT, Ketua RW, Kepala Desa, bisa melaporkan. Kita ada cadangan raskin (beras untuk rakyat miskin), kita ada Jabar Quick Respon,” kata dia.

Jabar Quick Respon misalnya, merupakan satu dari program 100 hari gubenrur yang dicanangkannya di pertengahan September 2018 lalu. “Supaya bisa menolong warga Jawa Barat yang sedang emergency. Jadi kata kuncinya emergency, berkesusahan. Bisa melaporkan diri sendiri, tetanganya, atau saudaranya,” kata Ridwan Kamil di sela peluncuran program yang dinamainya Jabar-QR tersebut, di Bandung, Selasa, 18 September 2018.

Ridwan Kamil mengatakan, sistem itu sengaja dibuat untuk merespon banyaknya warga yang membutuhkan pertolongan cepat lewat media sosialnya. Saking banyaknya, dia memutuskan membuat sistem JabarQR. “Ini bagian dari program 100 hari, memperbaiki tata cara menolong warganya. Hari ini kita launching Jabar Quick Response,” kata dia. (FT/tempo/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s