Trump Siap Tutup Pemerintahannya Selama Bertahun-Tahun

penutupan-pemerintah-as-trump

Ketua Kongres Nancy Pelosi dan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer berbicara di depan wartawan. (Foto: Reuters/Jim Young)

Fokustoday.com- New York, 12 Januari 2019

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada hari Jumat (4/1) bahwa ia siap untuk menahan beberapa bagian pemerintahan terus tutup selama bertahun-tahun jika ia tidak mendapatkan milyaran dolar yang ia minta untuk mendanai pembangunan tembok di perbatasan Meksiko.

Mengikuti pertemuan dengan para pemimpin kongres, Trump mengonfirmasi bahwa ia mengatakan pada para pemimpin Demokrat bahwa ia akan menahan penutupan pemerintahan AS selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun jika ia tidak mendapatkan dana pembangunan tembok.

Baca :

“Tentu saja, saya mengatakan hal itu,” ujar Trump pada para wartawan di luar Gedung Putih.

“Saya tidak berpikir hal itu akan terjadi. Tapi saya siap,” tambahnya.  “Saya harap hal ini tidak terus berlangsung bahkan selama beberapa hari lagi. Pemerintahan bisa langsung buka kembali dengan sangat cepat. Kami melakukan pertemuan yang sangat sangat produktif, dan banyak kemajuan sudah didapat.”

Komentarnya itu muncul setelah presiden dan para pemimpin Kongres gagal untuk mencapai kesepakatan untuk mengakhiri penutupan sebagian pemerintahan, yang kini sudah berlangsung selama 14 hari. Hal itu telah terpusat pada permintaan Trump untuk dana pembangunan tembok, salah satu janji kunci kampanyenya.

Nada bicara Trump cenderung lebih positif jika dibandingkan para Demokrat, yang mengatakan pertemuan itu “berbelit-belit dan terkadang tegang.”

Nancy Pelosi, Ketua Kongres yang baru terpilih dari Partai Demokrat, mengatakan bahwa partainya menyadari “bahwa kami tidak bisa menyelesaikan hal ini sampai kami membuka pemerintahan dan kami menyampaikan hal tersebut secara sangat jelas kepada presiden.”

Bagian kunci dari penutupan pemerintahan AS pada tanggal 22 Desember setelah Trump menolak untuk menarik permintaannya untuk dana pembangunan tembok sebesar lima milyar dolar di perbatasan selatan dengan Meksiko, yang ditentang oleh Demokrat.

‘KITA BISA MENYERUKAN DARURAT NASIONAL’

Pada hari Jumat Trumo juga mengatakan ia sedang mempertimbangkan untuk mendeklarasikan keadaan darurat nasional untuk membangun tembok itu—satu tindakan yang jika benar ia lakukan kemungkinan besar akan ditentang di pengadilan.

“Kami bisa melakukan hal itu. Saya belum melakukannya…Tapi kami bisa menyerukan keadaan darurat nasional dan membangunnya dengan sangat cepat,” ujar Trump.

Konstitusi AS memberikan Kongres kekuatan terhadap dana pemerintahan federal, jadi Trump kemungkinan besar akan menghadapi tantangan hukum jika ia berusaha untuk melewati Kongres sehubungan pendanaan tembok.

Trump mengindahkan kekhawatiran itu, mengatakan bahwa administrasinya bisa menyerukan keadaan darurat nasional karena “tentang keamanan negara kita, tentu saja”.

Ketika ditanya apakah mengumumkan keadaan darurat nasional merupakan bentuk ancaman melawan Demokrat, Trump mengatakan, “ saya tidak mengancam siapapun, tapi saya diperbolehkan melakukan hal itu, ya.”

KEKHAWATIRAN PARA REPUBLIK

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan juga pada hari Jumat, bahwa staf administrasi dan kongres akan bertemu akhir pekan ini untuk berusaha mencapai kesepakatan yang akan direkomendasikan kepada Trump untuk membuka kembali pemerintahan.

Pada Kamis malam, Kongres meloloskan dua pengajuan perundang-undangan Demokrat untuk segera membuka kembali badan-badan pemerintahan untuk berbagai jangka waktu, walau ada ancaman Veto dari Gedung Putih.

McConnell, seorang Republik, menolak upaya Kongres mengatakan bahwa presiden tidak akan menandatangani perundang-undangan itu, walaupun bulan lalu Senat menyetujui legislasi yang sama persis.

McConnell menghadapi tekanan yang terus meningkat di dalam lingkupnya sendiri, terutama dari para Republik yang riskan dalam menghadapi pemilihan kembali di 2020. Hal itu terjadi seiring beberapa senator konservatif mendesak diambilnya tindakan untuk membuka kembali pemerintahan, menurut media-media AS.

Rekannya, Susan Collins, juga menyerukan agar Senat meloloskan permintaan pendanaan, sementara beberapa Republik lainnya mendesak agar diakhirinya penutupan, dilaporkan oleh The Hill and The New York Times.

“Kami seharusnya meloloskan resolusi berkelanjutan untuk membuka kembali pemerintahan. Senat telah melakukannya di Kongres terakhir, kami sebaiknya melakukan hal itu lagi sekarang,” ujar Senator AS Cory Gardner kepada The Hill pada hari Kamis.

Pada hari Jumat Pelosi mendesak McConnel untuk meningkatkan kemungkinan pemungutan suara.

“Presiden bisa menandatangani atau tidak tapi dia seharusnya tidak boleh mengatakan, ‘Saya bahkan tidak akan meletakkannya di meja presiden,’” ujarnya kepada MSNBC, menekankan bahwa Kongres bisa meloloskan legislasi tanpa dukungan Trump.

Baca juga: Penutupan Pemerintahan AS: Belum Ada Titik Terang

Demokrat mendukung upaya pengamanan perbatasan lain selain pembangunan tembok, dan paket dua legislasi mereka yang lolos pada hari Kamis termasuk dana sebesar $1,3 miliar untuk membangun pagar dan $300 juta untuk keamanan perbatasan lain seperti teknologi dan kamera.

Tanpa ada kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintah sementara, Departemen Keamanan Dalam Negeri tidak akan bisa mengembalikan para pekerja yang sedang cuti ke pekerjaan mereka kembali sementara yang lain terus terpaksa bekerja tanpa bayaran untuk sementara waktu.

Beberapa badan federal lainnya juga tertatih, termasuk Departemen Peradilan, Departemen Perdagangan dan Departemen Pertanian, Tenaga Kerja, Dalam  Negeri, dan Keuangan.

Penutupan pemerintah sebagian ini juga membebani sistem imigrasi negara itu, memperburuk timbunan kasus di pengadilan dan memperumit proses penerimaan pegawai. Lebih dari 800.000 pekerja terkena imbasnya.

Pada pertemuan tanggal 11 Desember dengan Pelosi dan Pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer, Trump mengatakan ia akan dengan “bangga” menutup pemerintahan atas permasalahan keamanan dan tidak akan menyalahkan Demokrat. Sejak saat itu ia telah menuding hal ini adalah salah Demokrat.(ft/es/aljazeera)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s