Ahok Bebas. Ini Respon Cawapres 01 KH. Ma’ruf Amin

ahok-bebas-besok-ini-respons-maruf-amin (1)

ahok bebas bersyarat. ©2018 liputan6.com

Fokustoday.com- Jakarta, 24 JAnuari 2019

Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin menyambut baik bebasnya terpidana penista agama Basuka Tjahja Purnama alias Ahok. Diketahui, bila tidak ada halangan, sesuai dengan jadwal, Ahok akan bebas murni 24 Januari 2019 besok.

“Ya biasa saja. Dia sudah menjalani sesuai dengan apa namanya putusan,” kata Ma’ruf di Tuban, Jawa Timur, Rabu (23/1).

Menurut Ma’ruf, Ahok sudah menjalankan kewajibannya sebagai narapidana selama kurang lebih masa tahanan dua tahun.

Baca :

“Dia sudah patuh menjalani hukuman itu. Dan itu saya kira bagus,” imbuh mantan rais aam PBNU ini.

Diketahui, fatwa Ahok sebagai penista agama dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia, saat Ma’ruf menjabat sebagai ketua aktif di lembaga keagamaan tersebut. Dorongan umat untuk memenjarakan Ahok mengacu pada fatwa MUI, berbunyi sebagai berikut:

“Pernyataan Basuki Tjahaja Purnama dikategorikan, satu telah menghina Al-Quran, dan/atau dua, menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum,” tulis MUI, Selasa 11 Oktober 2016.

Lewat dua poin tersebut, MUI mengeluarkan lima rekomendasi sebagai pernyataan sikap rekomendasi kepada pemerintah.

1. Pemerintah dan masyarakat wajib menjaga harmoni kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

2. Pemerintah wajib mencegah setiap penodaan dan penistaan Al-Quran dan agama Islam dengan tidak melakukan pembiaran atas perbuatan tersebut.

3. Aparat penegak hukum wajib menindak tegas setiap orang yang melakukan penodaan dan penistaan Al-Quran dan ajaran agama Islam serta penghinaan terhadap ulama dan umat Islam sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Aparat penegak hukum diminta proaktif melakukan penegakan hukum secara tegas, cepat, proporsional, dan profesional dengan memperhatikan rasa keadilan masyarakat, agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap penegakan hukum.

5. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri serta menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum, di samping tetap mengawasi aktivitas penistaan agama dan melaporkan kepada yang berwenang.(ft/es/merdeka)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s