Sri Mulyani: Masalah Utang Pemerintah Sudah Dibahas Dengan DPR Secara Detail

Fokustoday.com – Jakarta, 24 Januari 2019.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyayangkan jika masih ada yang menjadikan utang sebagai isu tersendiri bagi pemerintah tanpa melihat proses pembahasan di DPR. “Kan seharusnya dikembalikan lagi di dalam pembahasan dengan DPR,” ujarnya.

menteri keuangan sri mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Sri meminta pula masyarakat tidak melihat masalah utang dari sisi nominal saja. Secara lebih luas ada faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia. Pemerintah, kata dia, memperhatikan hal itu dan mencoba mengelolanya dengan baik.

Ia mengatakan penambahan utang yang dilakukan pemerintah dari tahun ke tahun sudah dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ia meminta persoalan utang ini dilihat secara luas, yaitu dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan perekonomian Indonesia.

“Kalau lihat instrumen utang dari sisi APBN, dari mekanisme perundangan dibahas secara sangat luas di DPR,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan dalam pembahasan APBN antara pemerintah dan DPR itu, juga dibicarakan tentang program apa yang akan dilakukan tiap tahun serta anggaran belanja kementerian dan daerah. Sebabnya, kata dia, jika ada penambahan utang tiap tahun itu adalah hasil dari keseluruhan desain fiskal.

“Kami butuh ciptakan kesempatan kerja berapa, mengurangi kemiskinan berapa, tambah alutsista berapa, membuat sekolah berapa, mengurangi pengangguran berapa, menambah infrastruktur berapa. Kan, dibahas semuanya secara detil, dan ditentukan berapa kebutuhuhan belanjanya,” tuturnya.

“Buktinya pertumbuhan ekonomi kita bisa tumbuh di atas 5 persen dengan defisit semakin kecil, bahkan kita menunjukkan primary balance hampir nol. Itu menggambarkan yang tadinya primary balance direncanakan sampai Rp 80 triliun, sekarang hanya Rp1,7 triliun,” ujarnya.

Selain itu, Sri Mulyani berujar pemerintah berhati-hati saat memutuskan untuk berutang. “Utang adalah alat yang kami gunakan secara hati-hati dengan bertanggung jawab, dibicarakan secara transparan, bukan ujug-ujug, tidak ugal-ugalan,” kata dia. (FT/tempo/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s