Presiden Nicolas Maduro Usir Diplomat AS dari Venezuela

104823375-rts1gv7z-nicolas-maduro

Presiden Venezuela, Nicolas Meduro

Fokustoday.com-Caracas, 26 Januari 2019

Transformasi terbaru di Venezuela dan intervensi terang-terangan Amerika Serikat terhadap urusan dalam negeri Venezuela telah menuai reaksi negatif dari kekuatan-kekuatan dunia seperti Rusia dan Cina.

Pengadilan Tinggi Venezuela mencopot Juan Guaido dari jabatannya sebagai Ketua Kongres Nasional pada hari Sabtu, 19 Januari 2019 menyusul upaya kudeta di Caracas untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Pemimpin oposisi itu pada hari Rabu, 23 Januri 2019 menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela dan kemudian mengucapkan sumpah. Beberapa menit setelah itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sebuah pernyataan mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.

Baca :

Washington mengumumkan bahwa pihaknya akan menggunakan semua sarana ekonomi dan diplomatik untuk menciptakan demokrasi di Venezuela. Tidak diragukan lagi, kebijakan tersebut bertujuan untuk menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk melakukan kemungkinan intervensi di Venezuela guna menggulingkan pemerintahan Maduro.

Juan Guaido

Melihat situasi tersebut, Maduro menegaskan sikapnya untuk melawan konspirasi AS dan memperingatkan kemungkinan terjadinya kudeta di negaranya. Maduro dalam tweetnya menulis, hingga saat ini masih ada bahaya kudeta. Saya ingin rakyat Venezuela berani, turun ke jalan dan melakukan aktivitas dan pekerjaannya. Venezuela menginginkan perdamaian dan tidak ingin kudeta dan intervensi asing.

Sementara itu, Angkatan Bersenjata Venezuela menolak pemimpin oposisi negara ini sebagai presiden sementara. Menteri Pertahanan Venezuela Padrino Lopez mengatakan angkatan bersenjata negara ini menolak untuk mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.

“Militer Venezuela tidak mengakui presiden yang dipaksakan pada kami di bawah pengaruh kepentingan asing dan memproklamirkan diri secara tidak sah,” kata Lopez via akun Twitter-nya, Rabu (23/1/2019).

Dia menegaskan, Angkatan Bersenjata Venezuela akan membela konstitusi dan merupakan penjamin kedaulatan nasional.

Meskipun AS dan mitra-mitra regionalnya di Benua Amerika seperti Kanada, Peru, Kolombia, Ekuador, Paraguay, Brasil, Chili, Panama, Argentina, Kosta Rika dan Guatemala mendukung Guaido dan mengakuinya sebagai presiden sementara Venezuela, namun kekuatan-kekuatan dunia seperti Rusia dan Cina menolaknya. Kedua negara ini tetap mendukung pemerintahan sah Maduro.

Di sisi lain, negara-negara seperti Meksiko, Bolivia, Kuba, Turki dan Iran mendukung pemerintahan sah Maduro. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam percakapan telepon dengan Maduro menegaskan dukungan mereka kepada pemerintahannya.

Sementara itu, Cina menuntut AS untuk keluar dari krisis di Venezuela dan mengakhiri campur tangannya di negara Amerika Latin ini. Beijing juga mengumumkan penentangannya terhadap segala bentuk intervensi asing di Venezuela. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan penyelesaian krisis politik di Venezuela melalui dialog antara pemerintah dan oposisi.

Sekarang jelas bahwa Barat dalam satu front menginginkan penggulingan pemerintahan legal Maduro, di mana langkah ini bertentangan dengan standar internasional dan merupakan intervensi nyata terhadap urusan dalam negeri sebuah negara anggota PBB.

Sikap dominatif dan interventif tersebut merupakan pendekatan yang telah berulang kali dikritik oleh kekuatan-kekuatan internasional seperti Rusia dan Cina. Barat –setiap saat kepentingan-kepentingannya diperlukan– maka akan berbicara tentang hukum internasional dan lembaga internasional seperti PBB , namun jika kepentingan mereka bertentangan dengannya, mereka sepenuhnya tidak akan mempedulikan standar internasional dan PBB.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, perkembangan terbaru di Venezuela dengan jelas menunjukkan bagaimana negara-negara Barat memperlakukan aturan internasional, kedaulatan nasional dan prinsip non-intervensi dalam urusan internal negara-negara lain.

Menurutnya, peristiwa di Venezuela saat ini menunjukkan sikap dan pandangan Barat yang sebenarnya terhadap standar hukum internasional, kedaulatan nasional dan tentang pelarangan campur tangan dalam urusan negara-negara lain. (ft/es/tempo)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s