[Ngawur Lagi!] Prabowo Sebut Elite Politik Indonesia Gagal Membangun Bangsa. Termasuk Dirinya ?

Orasi Kebangsaan Prabowo Subianto

Prabowo Subianto

Fokustoday.com- Jakarta, 28 Januari 2019
Presiden Joko Widodo tak mengeluarkan sepatah kata pun saat diminta tanggapan soal tudingan calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto yang menyebut elite Indonesia telah gagal membangun bangsa.

Jokowi hanya tertawa menanggapi pernyataan lawannya dalam Pilpres 2019 itu.

“Ha-ha-ha, ha-ha-ha,” tawa Jokowi merespons tudingan itu, saat ditemui usai menghadiri peringatan Hari Lahir Muslimat NU ke-73 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (27/1).

Capres petahana yang mengenakan peci hitam, baju koko putih dengan balutan jas dan sarung itu tetap tak memberikan jawaban selepas tawanya yang khas tersebut.

Jokowi kembali melawan Prabowo pada kontestasi pilpres tahun ini. Dia kali ini menggandeng mantan Rais Aam PBNU Ma’ruf Amin, sementara Prabowo meminang mantan wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Pada Pilpres 2014, Jokowi juga berhadapan dengan Prabowo. Saat itu dia berpasangan dengan Jusuf Kalla, sedangkan Prabowo dengan mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa. Pada pilpres tersebut Jokowi-JK mengalahkan Prabowo-Hatta.

Sebelumnya, Prabowo menyindir elite Indonesia yang dia sebut telah gagal membangun bangsa. Prabowo tak menyebut secara jelas kaum elite yang dimaksud.

Menurut Prabowo, para elite tersebut mestinya bersikap kesatria dan meminta maaf serta langsung meninggalkan panggung pemerintahan karena telah gagal membangun negeri.

“Elite telah gagal, elite Indonesia gagal, kalau bersikap kesatria, punya rasa tanggung jawab kalau tidak berhasil (harusnya) ya elitenya meminta maaf dan meninggalkan panggung,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (26/1).

Prabowo juga menekankan seharusnya para cendekiawan dan barisan elite lebih memperhatikan kepentingan bangsa, bukan kepentingan pribadi.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menyebut Menteri Keuangan lebih pantas disebut sebagai menteri pencetak utang. Prabowo mengkritik pemerintah yang suka menumpuk utang.

“Kalau menurut saya, jangan disebut lagilah ada Menteri Keuangan. Mungkin menteri pencetak utang,” kata Prabowo.

Meski tak menyebut nama Sri Mulyani yang merupakan Menkeu saat ini secara spesifik dalam pidato, tetapi Prabowo berulang kali menyinggung soal utang Indonesia yang saat ini semakin menumpuk. (ft/es/cnnindonesia)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s