Inilah “Propaganda Rusia” Yang Dimaksud Jokowi

Fokustoday.com – Jakarta, 7 Februari 2019.

Sebelumnya beberapa waktu lalu Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) bicara soal istilah ‘propaganda Rusia‘  yang disebutnya saat menghadiri kampanye di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

RS.jpg

Ratna Sarumpaet yang merupakan Timses Prabowo-Sandi menyebarkan hoaks tentang dirinya yang dianiaya

Propaganda Rusia yang dimaksud Jokowi adalah propaganda berita bohong, Hoaks yang dialkukan terus menerus sehingga publik menjadi percaya terhadap berita bohong tersebut.

Ketua Tim Cakra 19, salah satu tim pemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Andi Widjajanto menyatakan propaganda Rusia yang dimaksud Jokowi ialah modus operandi penyebaran hoaks yang disebut Operasi Semburan Fitnah atau Firehose of Falsehood.

Baca Juga :

Menurutnya, operasi itu digunakan oleh Rusia dalam krisis Crimea, Ukrania, dan perang sipil di Suriah antara tahun 2012 hingga 2017.

“Propaganda Rusia yang dimaksud Pak Jokowi mengarah ke modus operandi yang dikenal sebagai Operasi Semburan Fitnah,” ujar Andi dalam keterangan tertulis, Selasa (5/2).

Andi menjelaskan operasi ini muncul di Rusia di dekade 1870 melalui gerakan Narodniki. Gerakan itu muncul untuk menjatuhkan Czar atau penguasa Rusia lewat berbagai isu-isu negatif.

“Hasilnya, muncul ketidakpercayaan masif dari rakyat Rusia terhadap sistem politik yang kemudian dikapitalisasi oleh Lenin di Revolusi Oktober 1917,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Sekretaris Kabinet itu mengatakan evolusi paling mutakhir dari Operasi Semburan Fitnah muncul di beberapa pemilihan umum, seperti di Amerika Serikat, Brazil, dan Brexit (British exit).

Khusus Pilpres AS 2016, Andi berkata itu merupakan puncak dari Operasi Semburan Finah. Ia menyebut Donald Trump yang kala itu bertarung dengan Hillary Clinton melibatkan konsultan politik Roger Stone yang mahir dalam menebar kampanye negatif secara ofensif melalui tiga taktik, yakni serang, serang, dan serang.

Bahkan, ia menyebut ada terabasan data pribadi melalui alogaritma Cambridge Analytica.

“Ada juga indikasi gelar pasukan siber dengan kode topi hitam atau bintang emas yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menggelar bots yang mampu memainkan operasi tagar secara masif,” ujar Andi.

Andi mengatakan tujuan Operasi Semburan Fitnah agar dusta dapat mengalahkan kebenaran. Operasi itu, lanjutnya, ingin menghancurkan kepercayaan publik kepada otoritas politik, termasuk media.

“Operasi Semburan Fitnah akan merusak demokrasi, karena itu harus dihancurkan,” ujar Andi.

Baca Juga :

Sementara diketahui, kubu timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno maupun para pendukungnya beberapa kali melontarkan pernyataan yang belum terbukti kebenarannya atau bahkan dibuktikan tidak benar oleh aparat.

Misalnya, penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet, kedatangan tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos dari China, selang cuci darah di RSCM dipakai oleh 40 pasien, Jokowi keturunan PKI, hingga kedatangan Laksamana Cheng Ho ke Tanah Air bagian dari invasi China ke Indonesia. (FT/cnn/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s