Pilpres 2019 : NKRI Versus HTI

Fokustoday.com – Jakarta, 7 Februari 2019

cc33f0d2-55d9-4031-97ab-68e6dfec014e

Hizbut Thahrir adalah sebuah partai tanpa negara. Bagi Hizbut Thahrir (HT), dunia harus berada dalam satu naungan kekhalifahan satu agama. Dan mereka tidak main-main dalam pergerakannya.
Tahun 1974, HT melakukan kudeta dengan membunuh Presiden Anwar Sadat dan mengumumkan berdirinya negara Islam di Mesir di bawah kendali HT. Kudeta ini gagal dan semua pelakunya dihukum mati, HT kemudian dilarang di Mesir.Di Yordania, mereka pun mencoba melakukan kudeta, dan kembali gagal. Begitu juga di Bangladesh Pakistan Irak dan Suriah. Hizbut Thahrir akhirnya dilarang di 12 negara di dunia. Mereka dianggap berbahaya, karena gerakan penyusupannya dan pengkaderisasiannya yang berpotensi untuk melakukan kudeta. Dana mereka tak terhingga, didapat dari para relawan yang mendukung gerakan mereka. Hizbut Thahrir eksis di Indonesia sejak tahun 1983, yang kemudian membentuk organisasi massa bernama Hizbut Thahrir Indonesia atau HTI.

Baca :

HTI mampu menyusup ke dalam tubuh pemerintahan bahkan militer. Ingat, di beberapa negara dimana Hizbut Thahrir melakukan kudeta, serangan penyusupan mereka tetap sama, ke tubuh militer. Kenapa militer? Karena militerlah yang memegang senjata. Atas nama agama, mereka menjadi ustad dan ulama untuk masuk ke tubuh militer. Di sana mereka melakukan cuci otak melalui ceramah dan pengajian supaya bisa mendukung gerakan mereka untuk mendirikan negara islam.

HTI pernah melakukan muktamar khilafah di Stadion GBK pada tahun 2013. Dan muktamar untuk mengganti sistem pemerintahan itu bahkan disiarkan langsung oleh stasiun televisi pemerintah sendiri.

HTI bukan seperti ormas agama lainnya. HTI mampu memainkan ayat-ayat kepada para akademisi dan para intelektual yang pintar-pintar sehingga banyak yang terpapar ide khilafah. Satu kelebihan HTI adalah mampu meyakinkan korbannya bahwa negara khilafah itu adalah perintah Tuhan. Referensi ayat dan hadis yang mereka bawakan lumayan kuat, meski dengan penafsiran sesuai kepentingan mereka. Inilah yang membuat banyak orang tunduk dan patuh karena ini perintah Tuhan yang tidak boleh dilanggar.

HTI terkenal sangat sabar dan telaten dalam menjalankan aksinya. Merekalah yang merancang dan menentukan kapan saatnya tiba untuk menyerang. Ketika aksi massa 411 dan 212, mereka memprovokasi melalui tokoh-tokohnya yang menyusup dimana-mana.Tujuan mereka menunggangi aksi supaya kudeta bisa terjadi. Dan mereka ahli di bidang ini, sama seperti yang dilakukan oleh rekan-rekan mereka di negara lain.

Maka pada bulan Juli 2017, HTI resmi dibubarkan dan dianggap organisasi terlarang di Indonesia, persis sama dengan pemberlakuan yang dilakukan oleh pemerintah jauh sebelumnya terhadap Partai Komunis Indonesia. Memakai Perppu Ormas No.2 tahun 2017, HTI dianggap anti Pancasila.

Jelas ini membuat HTI sangat berang. Bangunan yang mereka susun bata demi bata, diruntuhkan. Mereka melawan, mengorganisir opini bahwa Jokowi melakukan penzoliman terhadap ulama dan ormas islam. Tetapi Jokowi tidak perduli, HTI harus bubar, sekarang atau tidak sama sekali.

Pukulan telak Jokowi kepada HTI dijadikan senjata oleh lawan-lawan politiknya. Opini terus digoreng, organisasi HTI tetap ada. Mereka saling membutuhkan. HTI butuh perlindungan, sedangkan partai-partai oposisi butuh suara.

Sampai sekarang HTI terus melawan. Jokowi adalah musuh utama mereka. Jangan sampai ia terpilih lagi, karena bisa habis mereka nanti. HTI akan sulit mengembangkan dirinya jika Jokowi ada di periode kedua.

Itulah kenapa Pilpres 2019 ini bukan lagi pertarungan antara Jokowi versus Prabowo. Ini sejatinya pertarungan antara NKRI versus HTI. (ft/es)

Sumber: Somewhere

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s