AS Halangi Usaha Indonesia Bela Kemerdekaan Palestina di DK PBB

Fokustoday.com – New York, 9 Februari 2019.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, setidaknya ada dua cara yang akan ditempuh Indonesia sebagai salah satu Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa ( DK PBB) untuk memperjuangkan perdamaian antara bangsa Palestina dan Israel.

Hebron.jpg

Pandangan umum kota Hebron Tepi Barat dengan Makam Leluhur, pada 18 Januari 2017.

Pertama, mendorong agar pembicaraan perdamaian muncul kembali di PBB.

“Kita melihat negosiasi dalam rangka perdamaian sudah cukup lama terhenti. Kita akan coba mencari jalan untuk mendorong dimulainya pembicaraan perdamaian ini,” kata Menlu Retno di Ruang Teratai, Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6/2018).

Kedua, dalam pembahasan bersama tersebut, Indonesia akan mendorong PBB melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB yang selama ini dikeluarkan.

Pasalnya, Menlu Retno mengatakan, selama ini PBB sudah banyak mengeluarkan resolusi mengenai perdamaian antara Israel dengan Palestina, namun implementasinya kurang optimal dijalankan.

Baca Juga :

“Jadi, kalau melihat elemen dari resolusi yang sudah cukup kaya, sehingga kita berharap agar resolusi itu bisa diimplementasikan,” ujar Retno.

Indonesia dan Kuwait mengajukan rancangan pernyataan penyesalan DK PBB atas keputusan Israel tidak memperpanjang izin tugas bagi tim pemantau asing di kota Hebron.

Namun upaya kedua negara menggerakkan Dewan Keamanan PBB untuk mengecam Israel ditentang oleh Amerika Serikat.

Sebelumnya kedua negara mengajukan rancangan pernyataan penyesalan DK PBB atas keputusan Israel tidak memperpanjang izin tugas bagi tim pemantau asing di kota Hebron.

Izin tersebut dibatalkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pekan lalu. Dia menuding Temporary International Presence in Hebron (TIPH) melakukan aktivitas anti Israel tanpa menjelaskan secara spesifik.

Norwegia yang memimpin misi pemantauan di Palestina selama 22 tahun terakhir mengatakan keputusan tersebut berdampak besar.

“Keputusan sepihak Israel juga bisa diartikan bahwa implementasi bagian terpenting pada perjanjian Oslo tidak bisa dilanjutkan.”

Atas desakan Indonesia dan Kuwait, Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara mendiskusikan keputusan Israel dalam sebuah rapat tertutup.

Kedua negara juga berinisatif menyusun rancangan naskah yang diajukan untuk disetujui semua anggota DK PBB.

Namun perwakilan AS mengatakan, pihaknya tidak yakin pernyataan DK PBB terkait isu TIPH adalah sesuatu yang layak dilakukan.

Seperti dilaporkan kantor berita Reuters, rancangan naskah resolusi menegaskan pentingnya keberadaan TIPH dan upayanya merawat ketenangan di area yang sangat sensitif dan situasi rentan di lapangan yang berisiko terus memburuk.

AS secara tradisional memveto semua resolusi DK PBB yang diarahkan untuk mengecam Israel.

Hebron, sebuah kota Palestina berpenduduk 200.000 jiwa, merupakan kampung halaman sekelompok kecil warga Israel yang berjumlah 1.000 orang.

Pemukiman mereka di timur kota hingga kini dijaga ketat oleh pasukan Israel.

TIPH dibentuk setelah pada 1994 seorang pemukim Yahudi bernama Baruch Goldstein membunuh 29 warga Palestina di Gua Makhpela yang merupakan tempat suci kedua umat beragama.

Akibat kerusuhan yang ditimbulkan sebanyak 24 warga Palestina tewas di tangan polisi Israel. Sebagai akibatnya pemerintah Israel melarang partai ekstrim kanan, Kach, lantaran mendukung aksi Goldstein.

Pada 1998, ketika Israel menarik separuh pasukannya dari Hebron di bawah perjanjian damai dengan Otoritas Palestina (PLO), TIPH mulai bertugas mengawal perjanjian dan pelanggaran hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia internasional. Demikian penjelasan di laman situs resmi TIPH.

Perundingan damai antara Israel dan Palestina terakhir dihentikan pada 2014. Kebanyakan negara anggota PBB menganggap pemukiman Yahudi di Tepi Barat sebagai entitas ilegal.

Namun Israel menolak kritikan tersebut dengan dalih keterkaitan sejarah, politis dan relijius antara umat Yahudi dan kawasan Palestina di barat Yordania. (FT/kompas/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s