Sambangi Habib Luthfi Bin Yahya, Ustadz Abdul Shomad Diminta Perkokoh Dakwah NU

Fokustoday.com- Pekalongan,10 Februari 2019

0eb757ad-ea30-432f-b236-43d63bf2e12a_43

Maulana Habib Luthfi Bin Yahya dan Ustadz Abdul Shomad

Ustadz Abdul Somad (UAS) sowan ke Maulana Habib Luthfi bin Yahya. UAS beserta rombongan, diantaranya Ust Arif Hasanul Muna, Ust Afifudin Jombang  ditemui Maulana Habib Luthfi di Studio.

Pertemuan berlangsung sekitar satu jam, selain silaturahmi UAS baiat Thariqah. Ia menyampaikan kepada Maulana, sebelumnya sudah baiat Thariqah Qadiriyah dan Satariyah.
Maulana meminta UAS agar memilih antara dua Thariqat itu yang bisa diamalkan secara intens. Maulana menganjurkan Thariqat Satariyah, kecuali jika ada wasiat dari orang tua untuk mengamalkan salah satu dari keduanya.

Nampaknya ada wasiat, akhirnya UAS memilih Thariqat Qadiriyah. Dan Maulana membaiatnya. Selain itu UAS juga menunjukan lembaran silsilah Thariqah Satariyah. Maulana mengecek sanad, ada 3 nama yang dikoreksi oleh beliau.

Maulana juga menambahkan keterangan, sanad Thariqah Qadiriyah tertua memang di Medan. Wajar jika UAS berbaiat disana pertama kali.

 

UAS sedikit bicara lebih banyak menyimak dengan menunduk. Maulana dan UAS dari awal hingga akhir berkomunikasi dengan bahasa Arab.
Pada pertemuan ini juga menyampaikan startegi dakwah untuk memperkuat ahlu sunah wal jamaah. Beliau menyampaikan, berharap banyak kepada UAS untuk kemajuan Nahdlatul Ulama kedepan. Setelah pertemuan dirasa cukup UAS berpamitan dengan memeluk erat Maulana Habib Luthfi bin Yahya.
Momen silaturahmi itu juga diunggah oleh UAS di akun Instagram-nya. Dalam pertemuan itu, UAS menyerap banyak nasihat dari Habib Luthfi.

“Silaturrahim ke kediaman Habib Luthfi bin Yahya. Masya Allah, menyejukkan, zahir dan batin,” ujar UAS.

Berikut ini pernyataan lengkap UAS tentang pertemuannya dengan Habib Luthfi:

Silaturahmi ke Habib Luthfi Bin Yahya:

1. Alhamdulillah sampai di Semarang, dijemput KH. Anis Maftuhin, KH. DR. Fadholan dan KH. DR. Muhammad Afifuddin

2. Setelah mampir di Pesantren yang dipimpin KH. DR. Fadholan di lingkungan UIN Semarang, perjalanan dilanjutkan ke Pekalongan. Bertemu dengan KH. Arif Hasanul Muna sahabat di Mesir dulu

3. Silaturrahim ke kediaman Habib Luthfi bin Yahya. Masya Allah, menyejukkan, zahir dan batin

4. Mohon ijazah zikir, doa dan nasihat. Kata-kata beliau penuh hikmah, “Pohon itu, kalau sudah berbuah, akan ada kalong, ada semut, ada hama, itu baru pohon. Kalau cuma berbunga, belum pohon besar”, kalimatnya penuh makna

5. Kata beliau, “Lautan itu luas. Ada perahu Qadiriyah yang dibawa Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, ada perahu Naqsyabandiyah, tapi lautannya tetap La-ilaha-illallah”

6. Beliau melanjutkan agar tetap menjadi benteng Ahlussunnah Waljama’ah. (ft/es)

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s