Amien Rais Tidak Masuk Dalam Agenda Pembicara di Sidang Tanwir Muhammadiyah

Fokustoday.com – Jakarta, 12 Februari 2019.

Pengurus Pusat Muhammadiyah akan menyelenggarakan sidang tanwir, forum sidang tertinggi di bawah muktamar yang mengagendakan isu organisasi, keumatan, dan kebangsaan. Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, dan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, turut diundang.

Haedar Nashir.jpg

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan dalam sidang tanwir Muhammadiyah, yang akan diselenggarakan pada 15-17 Februari 2019 di Bengkulu mendatang Amien Rais tidak diagendakan sebagai pembicara. Amien Rais merupakan Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1995-1998.

“Hanya ada presentasi dari Pak JK (Jusuf Kalla) selaku wakil presiden yang kita undang untuk membuka acara,” kata Abdul dalam konferensi pers di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah mengenai Sidang Tanwir Muhammadiyah, Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.

Abdul mengatakan, selain presentasi oleh JK juga akan ada pidato iftitah dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Adapun tokoh nasional yang diundang sebagai pembicara di sidang tanwir Muhamadiyah ini ialah calon presiden nomor urut 01 dan 02, Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Namun, kapasitas keduanya diundang sebagai tokoh nasional, bukan capres.

Agenda lainnya dalam sidang tanwir nanti adalah mengenai laporan perkembangan organisasi, rekomendasi kehidupan keumatan dan kebangsaan, serta perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Muhammadiyah, dan persiapan Muktamar Muhammadiyah ke-48 pada 2020 di Surakarta.

Abdul menuturkan ada gejala dalam realitas sosial menjelang perhelatan politik April 2019, yaitu gejala yang ditengarai berkaitan dengan spiritualisasi agama, komoditas agama, dan politisasi agama. “Muhammadiyah akan menyampaikan dan mengafirmasi manhaj Muhammadiyah tentang makna dan kedudukan serta fungsi agama,” ujarnya.

Menurut Abdul, tema sidang tanwir tahun ini adalah beragama yang mencerahkan. Di dalamnya, kata dia, Muhammadiyah menyampaikan pemikiran-pemikiran dan gagasan bagaimana mengangkat dan menempatkan agama sesuai dengan manhaj Muhammadiyah. (FT/tempo/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s