Bawaslu Sebut Ustazd Boleh Kampanye, Namun Harus Tetap Ikuti Aturan

Fokustoday.com – Jakarta, 12 Februari 2019.

Sebelumnya diberitakan Wakil Ketua Badan Pemengan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Slamet Ma’arif, ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pemilu. Ia diduga kampanye di luar jadwal dan melakukan penghinaan serta penghasutan dalam acara tabligh akbar yang digelar di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (13/2/2019).

Rahmat Bagja.jpg

Anggota Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Rahmat Bagja (Tengah)

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo, Poppy Kusuma, mengatakan, dalam acara tabligh akbar Slamet sempat menyampaikan seruan ‘2019 Ganti Presiden’.

Seruan itu disambut oleh peserta. Slamet juga sempat menyampaikan supaya tak mencoblos gambar presiden dan kiai, tapi hendaknya mencoblos gambar di samping presiden dan kiai.

Baca Juga (Dibawah Kepemimpinan Slamet Maarif, Tokoh PA 212 Satu Per Satu Mundur)

Anggota Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Rahmat Bagja mengatakan, pemuka agama seperti ustaz atau ulama boleh saja berkampanye politik.

Tetapi, mereka juga harus mematuhi tata tertib kampanye sesuai dengan yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan.

“Silakan sekarang tim pelaksana, silakan kampanye sesuai dengan aturanlah. Ustaz tergabung dalam tim kampanye boleh enggak? Boleh,” kata Bagja saat dihubungi, Senin (11/2/2019) malam.

Bagja menjelaskan, ada aturan-aturan kampanye yang harus dipahami peserta, pelaksana dan timses. Aturan itu telah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Misalnya, dalam aturan tersebut dijelaskan soal metode kampanye. Pasal 275 ayat 1 menyebutkan mengenai 9 metode kampanye, di antaranya pertemuan terbatas, dan rapat umum.

Pertemuan terbatas merupakan metode kampanye yang dilakukan peserta, pelaksana atau timses kampanye di hadapan sejumlah audiens yang terbatas dan dilakukan di ruangan tertutup.

Metode ini sudah bisa dilakukan sejak masa awal kampanye, 23 September 2018. Sementara rapat umum merupakan metode kampanye yang memungkinkan peserta, pelaksana atau timses kampanye di tempat terbuka tanpa ada pembatasan massa.

Bagja menegaskan, metode kampanye rapat umum baru boleh dilakukan 21 hari jelang masa tenang, yaitu 24 Maret-13 April 2019.

“Kalau di lapangan terbuka namanya rapat umum. Rapat umum itu nanti jadwalnya 21 hari sebelum masa tenang,” ujar dia.

Bagja menambahkan, ada aturan-aturan lainnya yang juga harus dipahami pelaksana, peserta dan tim kampanye.

Misalnya soal larangan-larangan dalam kampanye, seperti menghina, menghasut, hingga mengancam untuk melakukan kekerasan atau menganjurkan menggunakan kekerasan dalam kampanye.

Aturan mengenai hal tersebut tertuang dalam Pasal 280 ayat 1 UU Pemilu. (FT/kompas/am)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s