Soeharto Masuk 11 Diktator Paling Mengerikan Di Zaman Modern.

Fokustoday.com – Jakarta, 19 Februari 2019

Para Pemimpin Diktator Besar di Dunia

Para Diktator Dunia

Diktator-diktator kembali berjaya di abad ke-21. Mungkin catatan hitam mereka belum seburuk para pendahulunya dari abad ke-20, seperti Stalin, Pol Pot, dan juga Soeharto. Berikut 14 diktator paling mematikan dalam sejarah modern.

Dalam sebuah demokrasi, warga negara memilih pemimpin mereka sendiri, dan kekuatan politik berasal dari memenangkan pemilu. Masyarakat sebagian besar dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan. Namun dalam kediktatoran, satu orang mengambil kendali atas seluruh negara dan memaksakan kehendaknya pada warga.

Terlepas dari kebrutalan para diktatorterburuk dalam sejarah, di abad ke-21, kediktatoran kembali bergerak. Mungkin itu berarti sudah waktunya untuk meninjau kembali diktator terburuk yang pernah dilihat dunia modern. Berikut adalah 14 rezim paling mematikan.

14. MUHAMMAD SOEHARTO

Diktator Muhammad Soeharto membunuh setengah juta orang antara tahun 1965 hingga 1966, setelah upaya kudeta yang gagal. Dia melembagakan program penyiksaan dan membantai siapa pun yang dicurigai sebagai komunis. Soeharto juga melakukan kejahatan perang di Timor Timur, Papua, Aceh, dan kepulauan Maluku.

13. SADDAM HUSSEIN

Saddam Hussein memerintah Irak dengan menjadi tiran yang brutal. Dia menggunakan senjata kimia pada rakyatnya sendiri, melembagakan polisi rahasia, mendeportasi dan membunuh para pembangkang, dan menyerang negara-negara tetangga Irak. Dia membunuh puluhan ribu orang Kurdi di Irak utara.

Pada akhir masa pemerintahan Hussein, negara tersebut telah berubah dari negara yang kaya minyak menjadi negara polisi yang diperintah oleh Hussein dan dua putranya yang biadab, Uday dan Kusay. Rakyatnya tidak punya hak untuk bepergian ke luar negeri, dan dia mengendalikan semua informasi, menghentikan semua informasi yang bertentangan dengan propagandanya.

12. ROBERT MUGABE

Robert Mugabe adalah diktator Zimbabwe selama empat dekade, di mana masyarakat menghadapi penindasan brutal atas arahannya. Ribuan orang dibantai karena tidak memberikan suara untuk Mugabe dan karena meremehkannya. Mugabe membuat 3,1 juta orang mengungsi karena program reformasi lahannya. Dia akhirnya mengundurkan diri pada tahun 2017 dan masih hidup.

11. ADOLF HITLER

Hitler membuat dunia bertekuk lutut, mendatangkan kematian dan kehancuran yang belum pernah terlihat sejak zaman kuno. Hitler mencabut kewarganegaraan Yahudi dan mulai secara sistematis membunuh orang-orang Yahudi Eropa. Dia membunuh orang Roma yang cacat dan dipenjara serta minoritas.

Antara 15 hingga 20 juta orang dipenjara selama Perang Dunia II. Total kematian dari era Perang Dunia II adalah antara 50 hingga 80 juta orang. Perang Dunia II tidak hanya membawa kematian bagi militer; itu membawa kematian dan kelaparan bagi jutaan warga sipil.

10. JOSEF STALIN

Meskipun Stalin beperang melawan Hitler selama Perang Dunia II, namun rekornya sendiri sebagai diktator Uni Soviet sangat menghebohkan. Dia membunuh dan memenjarakan puluhan juta orang. Banyak orang di Uni Soviet mati kelaparan karena kebijakannya. Dia melembagakan rezim penindasan politik total, di mana siapa pun yang dianggap musuh terbunuh tanpa pengadilan dan dilemparkan ke kuburan massal.

Ia diyakini telah membunuh sebanyak 20 juta orang.

9. KIM IL-SUNG

Korea Utara menjadi negara diktator paranoid di bawah pemerintahan keluarga Kim, setelah Perang Dunia II. Kim mengawasi pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan, termasuk mengirim warga ke gulag (kamp kerja paksa) dan “menghilangkan” (atau menculik) ribuan orang.

Dia adalah seorang ahli dalam melakukan serangan gas dan mencuci otak para penduduk, menciptakan kesan bahwa dia adalah seorang dewa. Kim Il-Sung mewariskan kebrutalannya kepada putra dan cucunya, yang mengubah Korea Utara menjadi negara yang benar-benar tertutup, di mana perbedaan pendapat dilarang dan penduduk memiliki sedikit pengetahuan tentang dunia luar.

8. MAO ZEDONG

Mao Zedong adalah pendiri Republik Rakyat China. Dia adalah seorang diktator komunis yang mengikuti program Stalin untuk membunuh siapa saja yang tidak setuju dengan pemerintahannya. Mao memulai program reformasi lahan yang menewaskan jutaan pemilik lahan.

Pada tahun 1958, “Lompatan Jauh ke Depan” Mao dirancang untuk membuat komunisme menjadi lebih China. Ini mengakibatkan kelaparan paling mematikan di dunia, di mana 45 juta orang mati kelaparan. Revolusi Kebudayaan 1966 adalah pembersihan terhadap para intelektual dan pembangkang, yang menyebabkan 1,5 juta kematian.

Baca Juga: Bagaimana Mantan Diktator Mahathir Jadi Harapan Demokrasi Malaysia

7. POL POT

Diktator kejam Pol Pot memimpin Kamboja selama tahun 1970-an, ketika rezimnya memulai genosida yang menewaskan 2,5 juta orang. Itu adalah 25 persen dari keseluruhan populasi. Pol Pot memaksa orang untuk bekerja di pertanian, yang dikenal sebagai ladang pembantaian.

Pol Pot menghapuskan agama serta hak milik dan uang pribadi. Pol Pot mampu mengendalikan populasi dengan eksekusi sewenang-wenang dan kerja paksa.

6. ENVER HOXA

Enver Hoxa adalah seorang diktator kejam yang membawa komunisme ke Albania. Setelah beperang dengan China dan Uni Soviet, Hoxa menutup perbatasan untuk menciptakan negara Eropa yang mirip dengan Korea Utara.

Selama lebih dari empat dekade, Hoxa melarang agama, memutuskan hubungan normal dengan hampir setiap negara, melakukan pembersihan brutal terhadap lingkaran dalamnya, dan membuat sekte yang secara efektif menyingkirkan perbedaan pendapat. Sekitar 200 ribu orang dipenjara di bawah kepemimpinan Hoxa, di sebuah negara dengan populasi hanya 3 juta jiwa.

5. IDI AMIN

Ketika Idi Amin menyatakan dirinya sebagai Presiden Uganda, ia meluncurkan kampanye selama delapan tahun untuk membunuh dan mengusir siapa saja yang menentang pemerintahannya. Orang India dan Pakistan diusir dari negara itu. Amin membantai sekitar 300 ribu rekan warganya

3. RAJA LEOPOLD II

Raja Belgia Leopold sering lolos dari daftar ini, tetapi ia sama brutalnya dengan Hitler atau Stalin. Sebagai Pemimpin Belgia abad ke-19, ia menyerbu apa yang sekarang menjadi Republik Demokratik Kongo dan melakukan genosida.

Ketika Leopold menyerbu Kongo, ia membuat aliansi dengan para pedagang budak, dan memaksa ribuan orang Kongo menjadi pekerja paksa. Leopold mengubah seluruh negeri menjadi wilayah kekuasaan pribadinya, memerintahkan gubernur untuk mengambil semua emas, berlian, kayu, gading, dan sumber daya alam lainnya yang dapat mereka temukan.

Sebanyak sepuluh juta orang terbunuh dalam rezim kolonialis ini, yang mencakup setengah dari populasi Kongo.

Baca Juga: Tommy Suharto, Putra Mantan Diktator yang Beralih jadi Pendukung Demokrasi

2. FRANCISCO FRANCO

Francisco Franco menjadi seorang diktator setelah Perang Saudara Spanyol (1936-1939), yang merenggut nyawa lebih dari setengah juta orang. Aturan satu partai di Spanyol membuat ribuan orang dikirim ke kamp penjara, dieksekusi, dan disiksa.

1. VLADIMIR LENIN

Selama periode Revolusi Bolshevik, Lenin muncul sebagai diktator yang kejam. Setelah upaya pembunuhan, Lenin memprakarsai Teror Merah (Red Terror)—sebuah program penyiksaan dan pembunuhan yang digunakan untuk menangkap siapa pun yang dicurigai melakukan kegiatan kontra-revolusioner.

Karena tidak ada pengadilan, sulit untuk mendapatkan perkiraan akurat jumlah orang yang terbunuh, tetapi Lenin memberi perintah untuk membantai 50 ribu orang di Krimea saja. Stalin adalah penguasa pertama Uni Soviet, dan ia mendirikan negara totaliter yang akan membantai, memenjarakan, dan membuat kelaparan jutaan orang di abad ke-20. (ft/des/m)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s