Transformasi Timur Tengah Menuju Masa Depan Hizbullah

Fokustoday.com- Jakarta, 19 Februari 2019

tt

Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hasan Nasrallah.

Transformasi di Timur Tengah pekan lalu diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya: Al-Wefaq Peringati HUT ke-8 Revolusi Rakyat Bahrain, Israel Uji Coba Senjata terhadap Anak-anak Palestina, Nasrullah: Iman dan Tekad Baja, Kekuatan Utama Hizbullah!, dan Haaretz: Israel Anggota tak Resmi Koalisi Saudi.

Al-Wefaq Peringati HUT ke-8 Revolusi Rakyat Bahrain

Gerakan al-Wefaq Bahrain mengadakan acara peringatan ulang tahun kebangkitan rakyat ke-8 pada hari Jumat (15/2/2019) di Beirut, Lebanon. Revolusi Bahrain meletus pada 14 Februari 2011 untuk melawan despotisme rezim Al Khalifa.

Wakil Sekjen Gerakan al-Wefaq, Sheikh Hussein al-Daihi dalam pidatonya menekankan bahwa rakyat memenangkan pertempuran politik dengan berpegang pada pendekatan damai. Menurutnya, perjuangan ini membutuhkan tekad dan ketekunan untuk mencapai kemenangan.

Baca : Hizbullah Dengan Mudahnya Masuk Teritori Israel

Di Bahrain, ratusan orang dari Manama dan kota-kota lain kembali melakukan aksi protes dengan mengusung bendera Bahrain dan foto-foto para syuhada. Seperti biasanya, pasukan keamanan Bahrain menumpas aksi protes itu dan menangkap puluhan orang.

Sementara itu, Gerakan al-Wefaq menyatakan bahwa upaya rezim Al Khalifa untuk menormalkan hubungan dengan Zionis Israel membuktikan kesalahan historis pendukung rezim ini.

Dalam sebuah rilis pada hari Ahad (17/2/2019), al-Wefaq menambahkan bahwa posisi rezim Al Khalifa berada dalam dekapan rezim Zionis, menunjukkan rezim ilegal ini tidak memiliki basis massa. Menurut pernyataan al-Wefaq, “Para penguasa Bahrain bukan hanya tidak menghargai isu-isu Arab dan Islam tetapi juga mengabaikan tuntutan dan cita-cita bangsa ini.”

Sebelumnya, Ibrahim Sarhan, seorang anggota gerakan al-Wefaq Bahrain, merujuk pada situasi hak asasi manusia yang mengkhawatirkan di Bahrain mengatakan, “Zionis Israel mendukung rezim Al Khalifa dalam menumpas dan melanggar aturan terhadap warga Bahrain.”

Baca : Gempar! Hizbullah Retas Nomor HP Whatsapp Para Pejabat Militer Israel

Surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth hari Kamis (14/2/2019), merilis sebuah video di mana Khalid bin Ahmed Al Khalifa, Menteri Luar Negeri Bahrain berbicara soal hubungan Manama dengan Tel Aviv. “Ketika tiba waktunya, hal ini akan terjadi,” ujarnya.

Israel Uji Coba Senjata terhadap Anak-anak Palestina

Seorang dosen Arab dari Universitas Ibrani al-Quds, Profesor Nadera Shalhoub-Kevorkian mengatakan, militer rezim Zionis Israel menguji berbagai senjata terhadap warga Palestina yang tidak bersalah, bahkan anak-anak, untuk mengetahui mana yang paling kuat.

Seperti dilaporkan Press TV, Senin (18/2/2019), Profesor Shalhoub-Kevorkian dalam sebuah ceramah di Universitas Columbia, menambahkan bahwa Israel melakukan tes senjata pada anak-anak Palestina, dan wilayah Palestina adalah laboratorium untuk industri keamanan Israel.

Beberapa media sebelumnya melaporkan, militer Israel mencuri organ tubuh anak-anak Palestina yang dibunuhnya. Robrecht Vanderbeeken, Sekretaris Budaya Serikat Pekerja ACOD Belgia, mengatakan pada Agustus 2018 bahwa penduduk Gaza sedang kelaparan, diracun, dan anak-anak diculik dan dibunuh untuk diambil organnya.

Pada November 2015, Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour mengatakan Israel mengambil organ orang-orang Palestina yang dibunuhnya. Dia menambahkan mayat warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel, dikembalikan dengan kornea dan organ-organ lain yang hilang.

Pada tahun 2000, Dr. Yehuda Hiss, mantan kepala Institut Forensik Israel, mengungkapkan bahwa ahli patologi Israel di institut ini akan memanen kulit, kornea, katup jantung, dan tulang dari tubuh orang-orang Palestina, tanpa izin dari kerabat mereka.

Ilustrasi kejahatan rezim Zionis terhadap warga Palestina.

Nasrullah: Iman dan Tekad Baja, Kekuatan Utama Hizbullah!

Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah mengatakan kekuatan gerakan perlawanan semakin meningkat di tengah gencarnya tekanan musuh, terutama Amerika Serikat dan Israel.

Baca : Brigjen Hatami : Kekuatan Militer Iran Sanggup Hadapi Negara Manapun

“Amerika dan Israel setiap tahun mengerahkan segenap upayanya untuk melemahkan gerakan perlawanan. Tapi gerakan perlawanan kian hari semakin kuat dan meraih kemenangan,” ujar Sayid Nasrullah dalam video konferensi yang disiarkan hari Sabtu (16/2/2019).

“Rahasia kekuatan gerakan perlawanan bukan hanya senjata, tapi kekuatan iman dan tekad bajanya. Kini perlawanan mampu untuk berperang menghadapi musuh yang akan menyerang kapan saja,” tegasnya.

Pada Sabtu lalu, Sayid Hassan Nasrullah menyampaikan pidato melalui siaran video untuk memperingati kesyahidan tiga komandan Hizbullah yaitu: Ragib Harab, Sayid Abbas Mousawi, dan Emad Moghiyah yang gugur di tangan Zionis. “Perjuangan syuhada menjadi warisan berharga yang terus dilanjutkan,” pungkasnya.

Salah satu langkah yang dilakukan musuh untuk melemahkan gerakan perlawanan adalah menggelar konferensi Warsawa yang bertujuan menerapkan peta jalan AS demi mencapai kepentingan politik, keamanan, dan ekonominya. Tapi, langkah tersebut membentur dinding karena berhadapan dengan kekuatan gerakan perlawanan yang hadir bersama dengan kewaspadaan masyarakat di kawasan.

Hizbullah Lebanon – sebagai salah satu gerakan perlawanan di kawasan saat ini – menjadi ancaman besar bagi AS dan Israel. Situs media Israel, Maariv dalam laporannya beberapa waktu lalu menyebut tantangan terbesar di tahun 2019 bagi Israel adalah menemukan jalan untuk menghadapi kekuatan gerakan perlawanan yang semakin kuat.

Sebelumnya, komandan militer Israel, Tamir Yadai mengatakan, tahun 2019 akan menjadi tahun sulit dan rumit bagi Israel, karena menghadapi ancaman besar gerakan perlawanan.

Perempuan dan anak-anak Yaman menjadi korban utama kejahatan Arab Saudi di negara itu.

Haaretz: Israel Anggota tak Resmi Koalisi Saudi

Sebuah surat kabar Israel menulis, Israel adalah anggota tidak resmi koalisi pimpinan Arab Saudi dalam perang Yaman. Surat kabar Haaretz, Jumat (15/2/2019) melaporkan, perusahaan layanan internet Israel, perusahaan dan distributor senjata, orang-orang yang memberikan pelatihan militer untuk melawan terorisme, orang-orang dari negara lain yang disewa untuk berperang di Yaman dan dikelola oleh korporasi Israel, semuanya terlibat dalam agresi militer ke Yaman.

Baca : AS, Israel Berusaha Bangkitkan Kekacauan di Iran Sebagai Bagian dari Agenda Perang

Situs berita al-Khaleej al-Jadeed pada September 2018 dalam sebuah laporan, mengungkap keterlibatan rezim Zionis dalam pelatihan pasukan Colombia dan Nepal yang disewa oleh Uni Emirat Arab untuk berperang di Yaman.

Sementara itu, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Sare’e mengatakan, pasukan agresor Saudi dan loyalisnya melakukan 508 kali pelanggaran gencatan senjata di kota al-Hudaydah dalam waktu 72 jam terakhir.

Sebelumnya, juru bicara gerakan Ansarullah Yaman mengatakan pasukan agresor yang dipimpin Arab Saudi melanggar gencatan senjata di Al Hudaydah dengan melancarkan serangan udara.

Wakil dari pemerintahan nasional Yaman dan loyalis Arab Saudi mencapai kesepakatan gencatan senjata dalam perundingan yang dipimpin PBB di Stockholm, Swedia pada 6-13 Desember 2018. Perundingan Stockholm dipimpin langsung oleh Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths.

Gencata senjata yang dicapai antara Yaman dan delegasi dari Riyadh diterapkan pada 18 Desember 2018 di al-Hudaydah, tetapi koalisi Saudi secara rutin melanggar gencatan senjata. (ft/des)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s