Iran Meretas Pusat Komando Drone AS Akibat Kelancangan Washington

Fokustoday,com – Teheran, 25 Februari 2019.

Sebelumnya pada 12 Februari, New York Times melaporkan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah menghidupkan kembali rencana rahasia untuk menyabot rudal balistik Iran sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk melemahkan kekuatan militer Republik Islam dan membahayakan ekonominya.

Drone AS.jpg

Drone AS mendarat di daerah yang tidak diketahui di Irak / Suriah setelah kegagalan teknis, yang kemudian dibom dan dihancurkan oleh pesawat tempur AS menurut rekaman yang dirilis oleh IRGC Iran.

Menurut laporan itu, program itu dibuat di bawah mantan Presiden George W. Bush, yang berusaha mengganggu program kedirgantaraan Iran dengan memasukkan bagian-bagian dan bahan-bahan yang rusak ke dalam rantai pasokannya.

Terkait hal itu seorang komandan senior Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengatakan pasukan kedirgantaraan Iran telah berhasil meretas sistem komando dan kontrol pesawat tak berawak AS sebagai tanggapan terhadap kelancangan Washington dalam mengklaim bahwa mereka telah menyabot rudal Iran.

Berbicara kepada wartawan di sela-sela upacara di Teheran pada hari Minggu, komandan Divisi Aerospace IRGC, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, mengatakan, “Kami melakukan ini untuk memberi tahu mereka (Amerika) bahwa Anda tidak hanya gagal mencapai tujuan Anda. , tapi kami menyusup ke sistem Anda, “dan ini merupakan tanggapan terhadap kelancangan Amerika Serikat.

Dalam pidatonya di hari Minggu, Hajizadeh mengatakan, “Jika kita mengumumkan masalah ini hari ini, itu karena orang Amerika cukup kurang ajar untuk mengatakan bahwa mereka telah mengirim suku cadang yang rusak untuk [tujuan menyabotase] rudal kita.”

Menyinggung upacara pada hari sebelumnya, Hajizadeh mengatakan meskipun Amerika baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka ingin membatalkan program rudal Iran, “kami telah mengetahui tentang hal ini beberapa tahun yang lalu, tetapi kami tidak mengumumkannya kepada publik.”

“Mereka mencoba menyabotase beberapa bagian [rudal] untuk membuat rudal kami meledak saat terbang, tetapi mereka belum mampu melakukan apa pun hingga saat ini, karena kami telah memperkirakan ini dan telah memperkuat sektor ini,” senior IRGC Komandan menekankan.

Jumat lalu, IRGC mengatakan telah menembus jaringan komando dan kontrol drone AS, merilis rekaman pesawat militer AS yang membom pesawat tanpa awak yang diretas karena khawatir bahwa itu mungkin berakhir di tangan angkatan bersenjata Iran.

Hajizadeh mengatakan pada saat itu bahwa pesawat tak berawak AS beroperasi di Suriah dan Irak ketika terpaksa melakukan pendaratan darurat karena masalah yang dihadapinya selama penerbangan.

Drone itu mendarat dengan susah payah di daerah gurun 10 km jauhnya dari pangkalan AS, sebuah laporan oleh kantor berita Fars mengatakan.

“Namun, Amerika tidak berani mendekati pesawat mereka sendiri” dan harus mengebomnya dengan pesawat perang, tambahnya. (FT/akm)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s